Medan, pilarsatuarah.com – Proyek galian di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, menuai keluhan warga. Sisa material berupa batu dan tanah memenuhi sebagian badan jalan pada Selasa (6/10/2026).
Kondisi tersebut mengganggu kenyamanan masyarakat dan membahayakan pengendara yang melintas. Warga menilai pelaksana proyek kurang memperhatikan kebersihan serta keselamatan lingkungan sekitar.
Meski pekerja telah menutup lubang galian, sejumlah batu dan tanah masih berserakan di sepanjang jalan. Material tersebut berpotensi memicu kecelakaan dan merugikan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Batu Proyek Diduga Pecahkan Kaca Toko Warga
Sisa material proyek bahkan diduga menyebabkan kerusakan pada salah satu toko di kawasan tersebut.
Menurut informasi yang beredar, sebuah mobil melindas batu bekas galian saat melintasi lokasi proyek. Ban kendaraan kemudian melontarkan batu tersebut ke arah pertokoan.
Akibatnya, batu menghantam dan memecahkan kaca salah satu toko milik warga setempat.
Peristiwa ini memicu kekecewaan masyarakat. Warga mempertanyakan tanggung jawab pelaksana proyek terhadap keselamatan pengguna jalan dan pemilik usaha.
Mereka menilai kontraktor seharusnya segera membersihkan material setelah menyelesaikan pekerjaan galian.
Warga Desak Pemko Medan Tertibkan Kontraktor
Keluhan warga turut menyita perhatian publik melalui media sosial. Salah satunya muncul melalui unggahan akun Instagram @medantalkviral.
Sejumlah warganet meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan meningkatkan pengawasan terhadap proyek galian jalan.
Mereka juga mendesak Wali Kota Medan bersama jajaran kecamatan dan kelurahan mengambil langkah tegas.
Menurut warga, kontraktor harus menjaga kebersihan lokasi sekaligus menjamin keselamatan masyarakat selama pekerjaan berlangsung.
Selain itu, warga berharap pemerintah mengevaluasi pelaksanaan proyek agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Petugas Bersihkan Material Bekas Galian
Menanggapi keluhan masyarakat, petugas terkait mulai melakukan pembersihan di Jalan Brigjen Katamso pada Rabu (7/10/2026).
Sejumlah petugas menyisir lokasi untuk mengangkat batu dan tanah bekas galian dari badan jalan.
Petugas juga membersihkan material yang berpotensi membahayakan kendaraan serta aktivitas warga sekitar.
Langkah tersebut bertujuan mengembalikan kenyamanan pengguna jalan dan mengurangi risiko kecelakaan.
Pembersihan ini menjadi respons atas keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan seusai pekerjaan galian.
Pertanggungjawaban Kerusakan Kaca Toko Belum Jelas
Meski petugas telah membersihkan lokasi, persoalan kerusakan kaca toko masih menyisakan pertanyaan.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pelaksana proyek mengenai dugaan kerusakan tersebut.
Belum ada pula informasi mengenai mekanisme ganti rugi bagi pemilik toko yang mengalami kerugian materiil.
Warga berharap pihak terkait memberikan penjelasan dan memastikan adanya pertanggungjawaban apabila kerusakan terbukti berkaitan dengan material proyek.
Masyarakat juga meminta Pemko Medan memperketat pengawasan terhadap kontraktor. Langkah ini penting agar setiap pekerjaan infrastruktur tetap mengutamakan keselamatan dan kepentingan publik.
Penulis : ridho
Editor : LBB














Komentar