Medan, pilarsatuarah.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Utara dan provinsi sekitar mulai mengganggu aktivitas masyarakat Kota Medan.
Kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan dan memperburuk kondisi udara. Situasi ini juga menyebabkan penurunan jarak pandang yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Berdasarkan pengamatan sejumlah stasiun meteorologi, jarak pandang di Kota Medan berkisar antara 1 hingga 5 kilometer saat kabut asap muncul.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Medan, Rico Waas, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi tersebut. Pemerintah Kota (Pemko) Medan juga terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memantau kualitas udara.
“Masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara memburuk,” ujar Rico.
Dinas Kesehatan Catat 196.547 Kasus ISPA
Ancaman gangguan kesehatan akibat kabut asap turut menjadi perhatian pemerintah. Terlebih, Dinas Kesehatan Kota Medan mencatat angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang cukup tinggi.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 196.547 kasus ISPA di Kota Medan.
Kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Namun, angka tersebut merupakan akumulasi kasus selama delapan bulan dan tidak seluruhnya dapat dikaitkan langsung dengan kabut asap karhutla.
Anak-anak, lansia, penderita asma, serta pekerja lapangan menjadi kelompok yang paling rentan terhadap paparan polusi udara.
Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 yang mampu masuk hingga ke bagian dalam paru-paru. Paparan berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa paparan PM2.5 dapat memperburuk penyakit pernapasan. Selain itu, paparan jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat perlu mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi paparan kabut asap.
Berikut sejumlah langkah perlindungan yang dapat masyarakat lakukan:
- Kurangi aktivitas luar ruangan. Hindari kegiatan yang tidak mendesak, terutama ketika kabut asap semakin pekat.
- Gunakan masker N95. Pilih masker respirator N95 atau setara jika harus beraktivitas di luar rumah.
- Perhatikan gejala gangguan pernapasan. Segera kunjungi puskesmas atau rumah sakit jika mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, maupun keluhan serius lainnya.
- Pantau kualitas udara. Periksa informasi kualitas udara secara berkala dan batasi aktivitas anak-anak di luar rumah.
- Jaga kondisi tubuh dan lingkungan rumah. Cukupi kebutuhan cairan serta tutup pintu dan jendela ketika asap memasuki kawasan permukiman.
Masyarakat juga perlu memberikan perhatian khusus kepada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Karhutla Masih Menjadi Ancaman
Kondisi cuaca kering dan kebakaran pada lahan gambut berpotensi memperparah penyebaran kabut asap.
Lahan gambut yang terbakar membutuhkan penanganan khusus karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut menyulitkan proses pemadaman dan berpotensi menimbulkan asap berkepanjangan.
Sementara itu, tim gabungan TNI, Polri, dan Manggala Agni terus melakukan upaya pemadaman titik api di sejumlah wilayah terdampak karhutla.
Hingga berita ini ditulis, Pemko Medan belum mengumumkan penetapan status siaga darurat akibat kabut asap.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi pemerintah serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kualitas udara.
Penulis : Red/Tim
Editor : LBB














Komentar