JAKARTA —PILARSATUARAH, Kabar baik datang bagi jutaan keluarga di Indonesia! Pemerintah secara resmi memutuskan untuk memperpanjang program bantuan pangan beras selama tiga bulan terakhir di tahun 2026, yaitu Oktober, November, hingga Desember. Keputusan ini diambil langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 7/9
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, kelanjutan program ini menjadi langkah nyata pemerintah menjaga stabilitas kebutuhan pokok sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak.
“Presiden berpesan agar bantuan ini tidak diputus di akhir September. Program Bantuan Pangan Beras akan terus disalurkan pada bulan Oktober, November, dan Desember. Tujuannya jelas: agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan ketahanan pangan di tingkat keluarga tidak terganggu,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu 9 September 2006.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Skema penyaluran tetap sama seperti periode sebelumnya. Sebanyak 33,2 juta keluarga penerima manfaat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 akan terus menerima 10 kilogram beras per rumah tangga setiap bulan hingga akhir tahun.
Hal ini menjadi jaminan penting bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, memastikan kebutuhan pangan pokok tetap tersedia tanpa harus terbebani kenaikan harga yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Perum Bulog ditunjuk kembali sebagai pelaksana utama penyaluran bantuan ini. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan seluruh jaringan gudang, armada, dan personel telah bersiaga penuh.
“Kami memastikan stok beras aman dan mencukupi. Jaringan distribusi kami yang tersebar di seluruh provinsi siap mengantar bantuan ini tepat waktu, tepat jumlah, dan tentu saja dengan kualitas beras yang baik,” tegas Rizal pada Selasa, 8 September 2026.
Ia menambahkan, Bulog juga akan memperketat pengawasan di setiap tahapan penyaluran agar tidak ada satu pun keluarga yang berhak tertinggal, sekaligus mencegah penyimpangan yang merugikan penerima.
Dengan diperpanjangnya program ini, masyarakat dapat bernapas lebih lega menyambut musim pergantian tahun yang biasanya diiringi kenaikan harga kebutuhan. Pemerintah menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari strategi berkelanjutan agar pangan yang terjangkau selalu dapat diakses seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
“Pemerintah hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi hadir untuk mencegah masalah terjadi. Itulah mengapa bantuan ini kami lanjutkan — agar rakyat merasa aman, kebutuhan pangan terpenuhi, dan perekonomian tetap berjalan stabil,” tambah Airlangga.
Saat ini persiapan penyaluran untuk bulan Oktober sudah mulai dilakukan di berbagai daerah agar dapat segera diterima masyarakat tepat pada waktunya. (FR)














gjzdvxgddjhpnqmqkfhgfpvxogjzry