Medan, pilarsatuarah.com – RSU Muhammadiyah Sumatera Utara menggelar sosialisasi dan pelatihan tanggap darurat bagi para karyawan, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula RSU Muhammadiyah Sumatera Utara dengan tema “Wujudkan Safety Culture, RSU Muhammadiyah Sumatera Utara Kembangkan Kompetensi Karyawan Melalui Pelatihan Tanggap Darurat, Bantuan Hidup Dasar, dan Penanganan Limbah B3 dengan Spill Kit.”
Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) RSU Muhammadiyah Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan karyawan menghadapi kondisi darurat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Diikuti 50 Karyawan
Sebanyak 50 karyawan mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan tersebut.
Divisi SDM RSU Muhammadiyah Sumatera Utara menjadi penyelenggara kegiatan. Tim penyelenggara terdiri dari Abdu Fadli Ansor Dwiky S., S.H., M.H. selaku Kasubbag HRD, Syaidah Azzuhro, SST dari Diklat SDM, serta Jerry Armando, S.Pd., M.Si. dari bagian Kepegawaian SDM.
Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber sesuai bidang masing-masing.
Nazlia Qadry, S.K.M. membawakan materi Code Red. Sementara itu, dr. Ega Gusmela memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Code Blue.
Untuk materi penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta penggunaan Spill Kit, panitia menghadirkan Mahda Milyana, S.K.M.
Empat Materi Utama Pelatihan
Pelatihan memadukan pemaparan teori dengan simulasi praktik atau roleplay.
Materi pertama membahas Code Red atau manajemen kebakaran. Nazlia Qadry, S.K.M. memandu peserta memahami prosedur respons saat terjadi kebakaran di lingkungan rumah sakit.
Materi kedua membahas Bantuan Hidup Dasar (BHD). Dalam sesi ini, dr. Ega Gusmela memberikan pembekalan mengenai penanganan awal terhadap pasien atau pengunjung yang mengalami henti jantung maupun henti napas.
Peserta juga mempraktikkan teknik BHD menggunakan manekin medis.
Materi ketiga membahas Code Blue atau sistem aktivasi kegawatdaruratan medis. dr. Ega Gusmela kembali memandu sesi tersebut.
Dalam simulasi ini, peserta mempelajari sistem respons cepat rumah sakit saat menghadapi pasien dengan kondisi kritis.
Adapun materi keempat membahas penanganan limbah B3 dan penggunaan Spill Kit. Mahda Milyana, S.K.M. membekali peserta dengan prosedur aman dalam menangani limbah berbahaya di lingkungan rumah sakit.
Tingkatkan Kesiapsiagaan Karyawan
Kasubbag HRD RSU Muhammadiyah Sumatera Utara, Abdu Fadli Ansor Dwiky, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi karyawan dalam menghadapi kondisi darurat.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap karyawan tidak hanya kompeten di bidang tugas utamanya, tetapi juga memiliki insting dan keterampilan yang terlatih untuk menyelamatkan nyawa serta aset rumah sakit saat kondisi darurat terjadi,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan setiap karyawan sangat penting dalam mendukung keselamatan pasien, pengunjung, dan seluruh tenaga kesehatan.
Peserta Ikuti Evaluasi Pelatihan
Sebanyak 50 peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan evaluasi.
Melalui kegiatan ini, rumah sakit memperkuat kesiapan tim dalam menghadapi kebakaran melalui sistem Code Red.
Selain itu, para karyawan juga meningkatkan kemampuan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan medis melalui Code Blue dan BHD.
Pelatihan penanganan limbah B3 juga meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan mitigasi terhadap tumpahan bahan berbahaya.
Direktur Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan
Direktur RSU Muhammadiyah Sumatera Utara, Dr. dr. M. Edy Syahputra Nasution, M.Ked(ORL-HNS), Sp.THT-KL, menegaskan bahwa kondisi darurat dapat terjadi kapan saja.
Karena itu, menurutnya, rumah sakit perlu terus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh karyawan.
“Kejadian darurat tidak bisa diprediksi, tetapi kesiapsiagaan bisa kita bina. Kami bertekad agar seluruh karyawan mampu merespons keadaan darurat dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi demi keselamatan pasien,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, RSU Muhammadiyah Sumatera Utara berharap budaya keselamatan atau safety culture semakin kuat di lingkungan rumah sakit.
Rumah sakit juga berkomitmen meningkatkan kompetensi karyawan agar mampu merespons berbagai kondisi darurat secara cepat, tepat, dan profesional.
Penulis : S. Lubis
Editor : LBB














Komentar