Infeksi HIV Belum Tentu AIDS: Jangan Samakan, Kenali Perbedaannya Secara Medis

- Team

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Fhoto/ist.

Fhoto/ist.

Medan, pilarsatuarah.com – Sebagian masyarakat masih menganggap infeksi HIV sama dengan AIDS. Padahal, secara medis keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

Seseorang yang terdiagnosis HIV tidak otomatis mengalami AIDS. HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama sel CD4.

Virus HIV tetap berada di dalam tubuh setelah seseorang terinfeksi. Namun, terapi antiretroviral atau ARV dapat menekan jumlah virus hingga sangat rendah. Dengan pengobatan yang tepat dan teratur, orang dengan HIV dapat menjalani hidup panjang dan sehat. Terapi juga dapat mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit menuju AIDS.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

AIDS Merupakan Tahap Lanjut Infeksi HIV

Berbeda dengan HIV, AIDS merupakan tahap paling lanjut dari infeksi HIV.

Sistem kekebalan tubuh pada tahap ini telah mengalami kerusakan berat. CDC menjelaskan bahwa seseorang dapat menerima diagnosis AIDS ketika jumlah sel CD4 turun di bawah 200 sel/mm³ atau ketika muncul penyakit tertentu yang berkaitan dengan lemahnya sistem kekebalan tubuh.

Sementara itu, WHO menggunakan istilah advanced HIV disease untuk kondisi dengan jumlah CD4 di bawah 200 sel/mm³ atau ketika pasien mengalami kondisi klinis stadium 3 atau 4.

Karena itu, HIV dan AIDS tidak boleh dianggap sebagai istilah yang sama. HIV merupakan virus penyebab infeksi, sedangkan AIDS menggambarkan kondisi lanjut ketika sistem imun mengalami kerusakan berat.

Gejala HIV dan AIDS Bisa Berbeda

Pada fase awal, HIV dapat menimbulkan gejala yang menyerupai flu. Gejalanya antara lain demam, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, atau ruam.

Namun, sebagian orang juga tidak mengalami gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan HIV menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui status infeksi secara pasti.

Sebaliknya, infeksi HIV yang sudah berkembang ke tahap lanjut dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit serius. Kondisi tersebut dapat disertai penurunan berat badan, infeksi berulang, diare berkepanjangan, gangguan pada rongga mulut, hingga penyakit oportunistik seperti tuberkulosis dan infeksi berat lainnya.

Deteksi Dini dan Pengobatan Sangat Penting

Deteksi dini menjadi salah satu langkah penting dalam penanganan HIV. Masyarakat dapat melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit, maupun layanan tes HIV lainnya.

Setelah dokter memastikan diagnosis, pasien dapat segera menjalani terapi antiretroviral. WHO merekomendasikan pemberian terapi HIV secepat mungkin setelah diagnosis dan pemeriksaan klinis.

Pengobatan yang teratur membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Selain itu, terapi ARV dapat menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi dalam darah.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat tidak perlu lagi menyamakan HIV dengan AIDS. Diagnosis HIV bukan berarti seseorang telah berada pada tahap AIDS. Sebaliknya, pemeriksaan dini dan pengobatan yang konsisten dapat membantu orang dengan HIV tetap sehat serta mencegah perkembangan penyakit ke tahap yang lebih berat.

Penulis : S. Lubis

Editor : LBB

Follow WhatsApp Channel pilarsatuarah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sumatera Terkepung Asap, Jambi Terburuk di Dunia, Pemprov Sumut Terbitkan SE Darurat Karhutla
Karhutla Terparah dalam 11 Tahun, Kabut Asap Indonesia Selimuti ASEAN dan Masuk Agenda Menlu November 2026
Kabut Asap Selimuti Kota Medan, Jarak Pandang 1–5 Kilometer, Kasus ISPA Capai 196 Ribu
17 Siswa SD di Medan Diduga Keracunan MBG, BGN Tutup Sementara Dapur Penyedia Makanan
Update Kasus Keracunan Massal MBG Karo: Polisi Bidik Tersangka, 495 Siswa Terima Tali Asih
Keluarga Pasien Laporkan RSU Hermina Medan ke Polrestabes Terkait Dugaan Kelalaian Medis
RSU Muhammadiyah Sumut Gelar Pelatihan Tanggap Darurat, Code Red, Code Blue, BHD, dan Limbah B3
Kasus Influenza A Meningkat di Medan, Dinkes Ingatkan Warga Kenali Gejala dan Langkah Pencegahan
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Sumatera Terkepung Asap, Jambi Terburuk di Dunia, Pemprov Sumut Terbitkan SE Darurat Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Karhutla Terparah dalam 11 Tahun, Kabut Asap Indonesia Selimuti ASEAN dan Masuk Agenda Menlu November 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Kabut Asap Selimuti Kota Medan, Jarak Pandang 1–5 Kilometer, Kasus ISPA Capai 196 Ribu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:53 WIB

17 Siswa SD di Medan Diduga Keracunan MBG, BGN Tutup Sementara Dapur Penyedia Makanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Update Kasus Keracunan Massal MBG Karo: Polisi Bidik Tersangka, 495 Siswa Terima Tali Asih

Berita Terbaru