Medan, pilarsatuarah.com – Uji coba sistem satu arah (one way) di sejumlah ruas jalan Kota Medan menuai keluhan warga. Kebijakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan yang bertujuan mengurai kemacetan justru memicu kebingungan pengendara dan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik.
Minimnya sosialisasi, kurangnya rambu petunjuk, serta rute memutar yang dinilai terlalu jauh menjadi persoalan utama. Sejumlah pengendara bahkan nekat melawan arus karena ingin menghindari perjalanan yang lebih panjang.
11 Ruas Jalan Medan Terapkan Sistem One Way
Dishub Kota Medan menerapkan sistem satu arah di 11 ruas jalan. Perubahan tersebut mencakup sejumlah jalur utama yang selama ini menjadi bagian dari mobilitas masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut beberapa ruas jalan yang masuk dalam penerapan sistem satu arah:
- Jalan Pattimura: arus dari selatan ke utara, dari Simpang Mongonsidi menuju Jalan Sudirman.
- Jalan HM Yamin: arus dari timur ke barat, dari kawasan Balai Kota menuju Simpang Gudang.
- Jalan Zainul Arifin dan Jalan Palang Merah: arus dari timur ke barat, dari Simpang Pemuda menuju Jalan Imam Bonjol.
- Ruas jalan lainnya: Jalan Bambu II, Jalan Karantina, Jalan Muchtar Basri, Jalan Irian Barat, Jalan Jawa, dan Jalan Gaharu.
Perubahan arah lalu lintas tersebut menuntut pengendara menyesuaikan rute perjalanan. Namun, minimnya petunjuk di sejumlah titik membuat sebagian pengguna jalan kesulitan memahami jalur yang harus mereka lalui.
Minim Rambu dan Rute Memutar Picu Kekacauan
Sejumlah persoalan muncul selama penerapan sistem satu arah. Pertama, kurangnya sosialisasi dan rambu petunjuk membuat pengendara kebingungan saat memasuki ruas jalan yang mengalami perubahan arus.
Kedua, rute alternatif yang mengharuskan pengendara memutar lebih jauh berpotensi menambah beban kendaraan di persimpangan lain. Kondisi ini justru dapat memindahkan titik kemacetan, bukan menyelesaikannya.
Ketiga, sejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arus untuk mempersingkat perjalanan. Perilaku tersebut meningkatkan risiko kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Keempat, penggunaan petunjuk berdasarkan arah mata angin, seperti barat ke timur atau selatan ke utara, dinilai kurang praktis bagi warga yang tidak terbiasa membaca arah geografis. Pengendara membutuhkan rambu yang menunjukkan tujuan perjalanan secara jelas agar mereka dapat memilih jalur yang tepat.
Sopir Angkot dan Pengemudi Ojol Keluhkan Dampak One Way
Perubahan arus lalu lintas juga memengaruhi aktivitas pekerja yang setiap hari mengandalkan jalan raya. Pengemudi ojek online dan sopir angkutan kota mengeluhkan rute perjalanan yang semakin panjang karena harus memutar.
Jarak tempuh yang bertambah berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar, waktu perjalanan, dan biaya operasional. Kondisi ini dapat mengurangi efisiensi kerja, terutama bagi pengemudi yang mengejar target perjalanan harian.
Selain itu, muncul laporan mengenai ambulans yang sempat kesulitan melintas di kawasan Jalan Zainul Arifin. Jika kondisi tersebut benar terjadi, situasi ini perlu mendapat perhatian serius karena keterlambatan ambulans dapat menghambat penanganan pasien dalam keadaan darurat.
Pemko Medan Diminta Evaluasi Penerapan One Way
Warga berharap Pemerintah Kota Medan segera mengevaluasi penerapan sistem satu arah. Evaluasi perlu mencakup efektivitas pengaturan arus, penempatan rambu, kesiapan jalur alternatif, serta dampak kebijakan terhadap aktivitas masyarakat.
Dishub juga perlu memasang rambu yang mudah dipahami dan menempatkan petugas di persimpangan strategis selama masa uji coba. Petugas dapat membantu mengarahkan pengendara sekaligus mencegah pelanggaran arus lalu lintas.
Selain itu, Pemko Medan perlu memastikan jalur kendaraan darurat tetap lancar agar ambulans dan kendaraan penolong lainnya dapat bergerak tanpa hambatan.
Penerapan sistem satu arah seharusnya mampu memperbaiki kelancaran lalu lintas, bukan sekadar mengalihkan kemacetan ke ruas jalan lain. Karena itu, Pemko Medan perlu menjadikan keluhan warga sebagai bahan evaluasi agar kebijakan tersebut benar-benar efektif, aman, dan mudah dipahami masyarakat.
Penulis : S.Lubis
Editor : LBB














Komentar