Banjir Medan Rendam 2.200 Rumah, 7.930 Jiwa Terdampak, 468 Mengungsi

- Editor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Medan, pilarsatuarah.com – Banjir besar melanda Kota Medan sejak Rabu (28/10/2026) pukul 23.00 WIB hingga Kamis (29/10/2026) dini hari. Bencana ini merendam 2.200 rumah dan berdampak pada 2.405 kepala keluarga (KK) atau 7.930 jiwa.

Sebanyak 468 warga mengungsi. Petugas juga mengevakuasi 106 warga yang terjebak di dalam rumah akibat tingginya genangan air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari, SH, MH, membenarkan data tersebut. Ia menyampaikan informasi itu melalui keterangan resmi pada Jumat (30/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rumah yang terdampak sebanyak 2.200 unit rumah, 2.405 Kepala Keluarga (KK), 7.930 jiwa terdampak dengan jumlah pengungsi 468 jiwa dan jumlah evakuasi warga sebanyak 106 jiwa,” ujar Yunita.

Data BPBD mencatat pengungsi terdiri dari 34 balita, 134 anak-anak, 230 perempuan dewasa, dan 70 lanjut usia (lansia).

Saat ini, banjir telah surut. Warga yang sempat mengungsi juga mulai kembali ke rumah masing-masing setelah petugas menyelesaikan proses evakuasi.

Tanjung Gusta dan Kampung Aur Jadi Wilayah Terparah

Yunita menyebut Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, sebagai salah satu wilayah dengan dampak banjir terbesar.

Di kawasan Jalan Kelambir, banjir berdampak pada 3.280 jiwa. Sementara itu, Jalan Puskesmas mencatat 2.000 jiwa terdampak.

Selain Tanjung Gusta, banjir juga menggenangi Kampung Aur, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Ketinggian air mencapai 3 meter pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Genangan di Gang Setia Baru, Kelurahan Sei Mati, bahkan mencapai leher orang dewasa.

Nani (50), warga Gang Setia Baru, menceritakan kondisi banjir yang melanda kawasan tempat tinggalnya.

“Tadi malam jam 1 mulai naik airnya, waktu hujan. Rumah terendam, air sampai leher lah,” kata Nani, Kamis (29/10).

Secara keseluruhan, banjir melanda sembilan kelurahan di lima kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Medan Maimun, Medan Selayang, Medan Johor, Medan Helvetia, dan Medan Tuntungan.

Tiga Daerah Aliran Sungai Meluap

Hujan berintensitas tinggi mengguyur Medan sejak Rabu (28/10) sore hingga malam. Hujan tersebut disertai angin kencang dan kiriman air dari kawasan pegunungan.

Kondisi itu memicu luapan tiga daerah aliran sungai (DAS), yakni Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Sei Belawan/Sunggal.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat peningkatan bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Indonesia.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut total kejadian bencana di Indonesia mencapai 2.247 kejadian hingga 30 Oktober 2026.

Di Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang mencatat dampak banjir paling besar. Sebanyak 7.615 KK terdampak dan 7.327 rumah terendam.

Kota Medan menyusul dengan 2.405 KK terdampak. Sementara itu, Kota Binjai mencatat 1.014 KK atau 3.885 jiwa terdampak akibat luapan Sungai Bingai dan Sungai Mencirim.

BNPB Peringatkan Ancaman Banjir Rob hingga 31 Oktober

Selain banjir akibat luapan sungai, BNPB juga mengingatkan masyarakat pesisir terhadap ancaman banjir rob.

Peringatan tersebut tertuang dalam Surat Direktur Peringatan Dini Nomor B-79/BNPB/PDin/BP.03.02/10/2026 tertanggal 22 Oktober 2026.

BNPB mengaitkan potensi banjir rob dengan fase Bulan Purnama pada 26 Oktober dan fase Perigee pada 29 Oktober 2026.

Wilayah pesisir Sumatera Utara, termasuk Medan Belawan, masuk dalam kawasan yang perlu mewaspadai ancaman rob hingga 31 Oktober 2026.

Sebelumnya, banjir rob juga menerjang Belawan pada Sabtu (25/10) dini hari. Peristiwa tersebut menyebabkan tanggul sepanjang 15 meter di kawasan Bagan Deli jebol dan berdampak pada 230 KK.

BPBD Kota Medan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Imbauan tersebut menyusul peringatan dini BMKG Sumatera Utara untuk periode 27–30 Oktober 2026.

Penulis : S.Lubis

Editor : LBB

Follow WhatsApp Channel pilarsatuarah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tergiur Upah Rp20 Juta! Pegawai Lapas Kelas I Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba Merek Netflix
Sadis! Jambret Berjaket Ojol 47 Kali Beraksi di Medan Tuntungan, Korban Terakhir Hakim PN Medan
Modus Nyeleneh! Gubuk Selambo Jadi Lapak Sabu, 2 Pengedar Ditangkap Polrestabes Medan
VIRAL! Live TikTok Hina Suku Nias, AMPERA NIAS dan PPN Ngamuk, Laporkan ke Polda Sumut Hari Ini
Hari Ke-6 Ops Patuh Toba 2026: Polda Sumut Tilang Massal di Simpang Tritura Depan Indogrosir – Helm & TNKB Jadi Sasaran!
Pendaftaran Ketua PWI Sumut & Ketua DKP 2026-2031 Dibuka Besok! Catat Syarat UKW Utama & 5 Tahun Anggota
Siaga Banjir!!! BMKG: Hujan Ekstrem Sumut Sampai Hari Ini – Medan, Binjai, Deli Serdang Siaga!
Operasi Patuh Toba 2026 Digelar, Polda Sumut Tebar Edukasi Humanis Bagi Helm Dan Coklat Di Jalan
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:46 WIB

Tergiur Upah Rp20 Juta! Pegawai Lapas Kelas I Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba Merek Netflix

Senin, 2 November 2026 - 12:21 WIB

Sadis! Jambret Berjaket Ojol 47 Kali Beraksi di Medan Tuntungan, Korban Terakhir Hakim PN Medan

Senin, 2 November 2026 - 12:04 WIB

Modus Nyeleneh! Gubuk Selambo Jadi Lapak Sabu, 2 Pengedar Ditangkap Polrestabes Medan

Senin, 2 November 2026 - 11:23 WIB

VIRAL! Live TikTok Hina Suku Nias, AMPERA NIAS dan PPN Ngamuk, Laporkan ke Polda Sumut Hari Ini

Minggu, 1 November 2026 - 19:52 WIB

Hari Ke-6 Ops Patuh Toba 2026: Polda Sumut Tilang Massal di Simpang Tritura Depan Indogrosir – Helm & TNKB Jadi Sasaran!

Berita Terbaru