Binjai, pilarsatuarah.com – Banjir melanda sejumlah kawasan permukiman di Kota Binjai, Sumatera Utara, sejak Senin (12/10/2026) dini hari.
Luapan Sungai Mencirim dan Sungai Bingai menyebabkan air memasuki rumah warga. Bahkan, ketinggian banjir di sejumlah titik mencapai sedada orang dewasa.
Hujan deras di kawasan hulu memicu peningkatan debit air kedua sungai tersebut. Akibatnya, ribuan warga harus menghadapi genangan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai mencatat sebanyak 4.392 jiwa terdampak banjir.
Jumlah tersebut mencakup sekitar 1.180 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tiga kecamatan.
Selain merendam permukiman, banjir juga memaksa sejumlah warga meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.
Banjir Binjai Rendam Permukiman di Tiga Kecamatan
Berdasarkan laporan BPBD Kota Binjai, banjir melanda tiga kecamatan dengan sejumlah titik genangan cukup tinggi.
Wilayah tersebut meliputi:
- Kecamatan Binjai Kota: Kelurahan Setia dan kawasan Jalan Tuanku Imam Bonjol.
- Kecamatan Binjai Selatan: Kelurahan Rambung Timur.
- Kecamatan Binjai Timur: Kelurahan Mencirim.
Di sejumlah lokasi, air terus meningkat setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu sungai.
Akibatnya, warga mengalami kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, sebagian masyarakat memilih mengungsi untuk menghindari risiko akibat tingginya genangan.
Petugas juga terus memantau perkembangan debit air di kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai.
BPBD, TNI, dan Polri Evakuasi Warga Menggunakan Perahu Karet
Merespons kondisi tersebut, tim gabungan langsung bergerak menuju kawasan terdampak banjir.
Petugas BPBD, TNI, Polri, dan relawan bekerja sama membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Selain melakukan pemantauan, tim gabungan mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga dari lokasi banjir.
Dalam proses evakuasi, petugas memprioritaskan kelompok rentan, terutama lansia, perempuan, dan anak-anak.
Selanjutnya, tim membawa warga menuju lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko banjir susulan.
Di sisi lain, petugas terus menjangkau permukiman yang masih mengalami genangan tinggi.
Melalui upaya tersebut, tim gabungan berusaha mempercepat penanganan darurat dan menjaga keselamatan masyarakat.
Pemko Binjai Siapkan Posko Pengungsian dan Dapur Umum
Selain mengerahkan tim evakuasi, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai mengambil langkah penanganan darurat bagi masyarakat terdampak.
Pemko mendirikan posko pengungsian, posko kesehatan, serta dapur umum untuk membantu kebutuhan warga.
Melalui fasilitas tersebut, pemerintah menyediakan bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok, selimut, dan obat-obatan.
Selain itu, petugas kesehatan bersiaga untuk membantu warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan medis.
Sementara itu, tim gabungan terus memantau perkembangan banjir dan kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian.
Dengan demikian, pemerintah berharap seluruh warga terdampak dapat memperoleh bantuan selama masa tanggap darurat.
Debit Air Mulai Menurun, Sejumlah Wilayah Berangsur Surut
Hingga Selasa (13/10/2026) siang, kondisi banjir di beberapa kawasan Kota Binjai mulai menunjukkan perkembangan positif.
Menurut laporan dari lapangan, genangan air di sejumlah titik mulai berangsur surut.
Penurunan debit air di kawasan Jembatan Sei Mencirim turut menandai perubahan kondisi tersebut.
Meski demikian, petugas BPBD dan kepolisian tetap bersiaga untuk mengantisipasi perubahan situasi.
Selain memantau ketinggian air, tim gabungan terus mengawasi kawasan permukiman yang berdekatan dengan bantaran sungai.
Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi potensi peningkatan debit air apabila hujan kembali mengguyur wilayah hulu.
Warga Bantaran Sungai Diminta Tetap Waspada
Meskipun banjir mulai surut di beberapa kawasan, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi banjir susulan.
Terutama, warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Mencirim dan Sungai Bingai perlu meningkatkan kewaspadaan.
Pasalnya, hujan susulan di kawasan hulu berpotensi kembali meningkatkan debit air sungai.
Oleh karena itu, masyarakat perlu terus memantau perkembangan kondisi lingkungan dan mengikuti arahan petugas.
Selain itu, warga sebaiknya segera mencari tempat aman apabila air kembali naik dan membahayakan keselamatan.
Sementara itu, petugas gabungan tetap melanjutkan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir.
Melalui koordinasi pemerintah, petugas, dan masyarakat, penanganan banjir diharapkan dapat berjalan efektif.
Penulis : S. Lubis
Editor : LBB














Komentar