Perbaungan, pilarsatuarah.com – Kecelakaan beruntun melibatkan satu angkutan kota (angkot) KPUM dan dua truk terjadi di Jalan Lintas Medan–Tebing Tinggi, Rabu (14/10/2026) pagi.
Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB di Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.
Akibat kecelakaan itu, sopir angkot meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis. Sementara itu, sembilan orang lainnya mengalami luka-luka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Benturan keras juga menyebabkan bagian depan angkot ringsek parah. Selain itu, kedua truk mengalami kerusakan hingga mengganggu arus lalu lintas di kawasan Jembatan Sungai Ular.
Kronologi Tabrakan Beruntun di Perbaungan
Kecelakaan melibatkan angkot KPUM bernomor polisi BK 1152 UE, truk Fuso B 9987 XQ, dan truk Hino Dutro BK 8004 GB.
Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai, AKP Gokma W. Silitonga, melalui Kasi Humas AKP Bringin Jaya, menjelaskan kronologi awal kecelakaan tersebut.
Menurut keterangan kepolisian, angkot yang dikemudikan Nixson Maju P. Sianturi (46) melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan.
Ketika tiba di lokasi, pengemudi angkot diduga mencoba mendahului truk tangki melalui sisi kanan jalan.
Namun, ruang untuk mendahului diduga tidak mencukupi. Akibatnya, bagian depan kanan angkot bertabrakan dengan truk Fuso yang datang dari arah berlawanan.
Tidak lama kemudian, truk Hino Dutro yang melaju di belakang truk Fuso menabrak bagian belakang kendaraan tersebut.
Benturan beruntun itu menyebabkan kerusakan cukup parah pada ketiga kendaraan.
Meski demikian, polisi masih mendalami penyebab kecelakaan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa.
Sopir Angkot Terjepit, Warga Bantu Evakuasi
Kecelakaan tersebut menarik perhatian warga dan pengendara yang melintas di sekitar Jembatan Sungai Ular.
Foto dan video yang beredar melalui media sosial memperlihatkan kondisi angkot berwarna kuning-merah dengan bagian depan hancur.
Sopir angkot sempat terjepit di dalam kabin akibat benturan keras. Melihat kondisi tersebut, sejumlah warga langsung berusaha memberikan pertolongan.
Warga bersama pengemudi truk berupaya menarik bagian bodi angkot menggunakan rantai untuk membantu proses evakuasi.
Salah seorang warga sekitar lokasi, Anto, membenarkan adanya tabrakan beruntun yang melibatkan angkot dan dua truk.
Anto mengatakan kecelakaan menyebabkan angkot mengalami kerusakan parah. Warga kemudian membantu proses evakuasi sebelum petugas membawa korban ke rumah sakit.
Selanjutnya, petugas kepolisian datang untuk menangani kejadian dan mengamankan lokasi kecelakaan.
Sopir Angkot Meninggal Dunia, Sembilan Orang Terluka
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan sembilan orang mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia merupakan sopir angkot KPUM bernama Nixson Maju P. Sianturi (46).
Nixson sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Melati Perbaungan. Namun, korban meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.
Sementara itu, sembilan korban lainnya terdiri atas dua pengemudi truk dan tujuh penumpang angkot.
Petugas telah membawa para korban luka untuk mendapatkan penanganan medis.
Dengan demikian, kecelakaan beruntun tersebut mengakibatkan total 10 korban, termasuk satu korban meninggal dunia.
Kecelakaan Picu Kemacetan di Jalan Lintas Sumatera
Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut sempat menghambat aktivitas lalu lintas di Jalan Lintas Medan–Tebing Tinggi.
Sejumlah kendaraan harus memperlambat laju karena proses evakuasi berlangsung di sekitar badan jalan.
Kemacetan juga terjadi akibat banyaknya pengendara dan warga yang memperhatikan kondisi kendaraan setelah kecelakaan.
Untuk mengatasi situasi tersebut, personel Satlantas Polres Serdang Bedagai langsung mengatur arus lalu lintas.
Petugas kemudian mengevakuasi kendaraan yang mengalami kerusakan agar tidak terus menghalangi pengguna jalan.
Setelah proses evakuasi, arus lalu lintas berangsur kembali lancar.
Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Satlantas Polres Serdang Bedagai melalui Unit Penegakan Hukum (Gakkum) telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Selain memeriksa lokasi, polisi juga mendata korban dan mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Ketiga kendaraan tersebut kini berada di Pos Lantas Sei Sijenggi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, kerugian materiil akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk rangkaian pergerakan kendaraan sebelum benturan terjadi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan di jalan lintas. Pengemudi juga perlu memastikan kondisi aman sebelum mendahului kendaraan lain, terutama pada jalur yang memiliki arus lalu lintas padat.
Penulis : Red/Tim
Editor : LBB














Komentar