Medan, pilarsatuarah.com – Polrestabes Medan bersama jajaran Polsek meningkatkan patroli untuk menekan aksi kejahatan jalanan di Kota Medan.
Polisi memfokuskan pengamanan pada kasus pencurian kendaraan bermotor atau curanmor serta pembegalan.
Langkah tersebut menyusul meningkatnya keresahan warga terhadap aksi kriminalitas di sejumlah titik Kota Medan pada awal Oktober 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi Bongkar Jaringan Curanmor
Tim Khusus JCS Polrestabes Medan membongkar jaringan spesialis curanmor yang beroperasi lintas wilayah.
Polisi mencatat komplotan tersebut telah beraksi di 71 lokasi berbeda di Sumatera Utara.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku kerap menyamar sebagai juru parkir.
Mereka menyasar pusat perbelanjaan, klinik, dan kawasan publik yang minim pengawasan.
Pelaku kemudian merusak kunci kontak sepeda motor menggunakan kunci T.
Resmob Tangkap DPO Kasus Begal
Tim Resmob Polrestabes Medan juga menangkap Abdul Hafiz.
Polisi memasukkan Abdul Hafiz dalam daftar pencarian orang terkait kasus pembegalan di Jalan Juanda, Kecamatan Medan Polonia.
Ia sempat buron hampir satu tahun sebelum polisi menangkapnya.
Kasus tersebut melibatkan aksi kekerasan dengan senjata tajam.
Penangkapan itu sekaligus memperkuat upaya kepolisian dalam memberantas kejahatan jalanan di Kota Medan.
Polisi Tingkatkan Pengamanan Jalanan
Kapolda Sumatera Utara sebelumnya telah meminta jajaran kepolisian memperketat pengamanan terhadap pelaku street crime.
Polisi juga dapat mengambil tindakan tegas dan terukur jika pelaku membahayakan petugas atau masyarakat saat proses penangkapan.
Kepolisian kini meningkatkan patroli pada sejumlah titik yang rawan curanmor dan begal.
Jalan Juanda menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian aparat.
Aksi Curanmor Viral Picu Keresahan Warga
Sejumlah rekaman CCTV aksi curanmor sempat viral di media sosial.
Salah satu rekaman memperlihatkan aksi pencurian sepeda motor di kawasan Jalan Setia Budi.
Pelaku menjalankan aksinya pada siang hari dan bergerak dalam waktu singkat.
Dalam kasus tersebut, korban meninggalkan kunci pada sepeda motor.
Kondisi itu memudahkan pelaku membawa kendaraan korban.
Pemko Medan Aktifkan Kembali Poskamling
Pemerintah Kota Medan juga memperkuat pengamanan lingkungan.
Pemko Medan bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mengaktifkan kembali sedikitnya 1.160 Pos Keamanan Lingkungan atau Poskamling.
Program tersebut menyasar tingkat kelurahan di berbagai wilayah Kota Medan.
Selain itu, pemerintah mempercepat pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum di sejumlah lokasi.
Langkah ini bertujuan mengurangi kawasan gelap yang berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Aparat berharap patroli rutin, Poskamling, dan penerangan jalan dapat menekan angka curanmor serta pembegalan di Kota Medan.














Komentar