Paluta, pilarsatuarah.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan di kawasan Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Proyek strategis tersebut menunjukkan perkembangan signifikan dan mendapat perhatian masyarakat.
Pembangunan jalan ini bertujuan membuka keterisolasian wilayah yang selama puluhan tahun menjadi persoalan warga. Selain itu, pemerintah berharap akses jalan yang lebih baik dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Tiga Ruas Jalan Jadi Fokus Pembangunan
Proyek tersebut mencakup perbaikan tiga ruas jalan provinsi dengan total panjang sekitar 39,8 kilometer. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp230 hingga Rp238 miliar untuk pembangunan tiga ruas tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ruas pertama yakni Hutaimbaru–Sipiongot sepanjang 11,8 kilometer dengan anggaran sekitar Rp70,8 miliar.
Selanjutnya, ruas Sipiongot–Batas Labuhanbatu memiliki panjang sekitar 16 kilometer. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp96 miliar untuk ruas tersebut.
Sementara itu, ruas Sipiongot–Tolang menuju batas Tapanuli Selatan memiliki panjang sekitar 12 kilometer. Anggaran pembangunan ruas ini mencapai kurang lebih Rp72 miliar.
Pekerjaan Jalan Terus Berjalan
Berdasarkan pantauan dan laporan berkala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumatera Utara, pekerjaan di lapangan menunjukkan perkembangan yang cukup cepat.
Petugas telah mulai menghamparkan lapisan hotmix AC-BC pada sejumlah titik yang menjadi prioritas pembangunan.
Di beberapa bagian jalan menuju Tolang, pekerja juga melakukan penggalian, penimbunan, dan perataan badan jalan. Tahapan tersebut bertujuan memperkuat fondasi sebelum pekerjaan jalan berlanjut ke tahap berikutnya.
Selain memperbaiki badan jalan, petugas juga mengerjakan saluran drainase di sejumlah sisi ruas jalan. Pembangunan drainase bertujuan mengatur aliran air sekaligus mengurangi risiko erosi yang dapat merusak konstruksi jalan.
Warga Mulai Rasakan Manfaat
Pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur jalan di kawasan tersebut berlangsung secara bertahap hingga 2028.
Meski pengerjaan belum sepenuhnya selesai, masyarakat Dolok Sipiongot mulai merasakan manfaat peningkatan akses jalan. Mobilitas warga menjadi lebih mudah dibandingkan ketika sejumlah ruas masih mengalami kerusakan berat.
Perbaikan jalan juga membantu masyarakat membawa hasil bumi menuju pusat perdagangan. Selain itu, akses tersebut memperkuat konektivitas antara Kabupaten Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan, dan Labuhanbatu.
Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan jalan di kawasan Sipiongot diharapkan terus berjalan sesuai rencana. Infrastruktur yang semakin baik juga diharapkan mendorong kegiatan ekonomi serta meningkatkan akses masyarakat antarwilayah.
Penulis : S. Lubis
Editor : LBB













Komentar