NGERI! KORBAN KERACUNAN MBG DI CIREBON TEMBUS 395 ORANG, 218 MASIH DIRAWAT INAP, KEPALA SPPG DICOPOT

- Editor

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Fhoto/ist.

Fhoto/ist.

Cirebon, pilarsatuarah.com – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga Kamis (22/10/2026) pukul 14.00 WIB, Dinas Kesehatan Kota Cirebon mencatat 395 orang mengalami gejala dugaan keracunan.

Dari jumlah tersebut, 218 orang masih menjalani perawatan di 10 rumah sakit dan sejumlah puskesmas. Sementara itu, 177 orang lainnya menjalani rawat jalan atau sudah pulang.

Para korban berasal dari sekitar 700 orang yang menyantap menu MBG dari SPPG Kalijaga 5, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mencatat total 395 orang yang terdata mengalami gejala dugaan keracunan. Meski jumlahnya bertambah, kedatangan pasien baru ke faskes saat ini sudah melambat dibandingkan hari pertama dan kedua,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty, Jumat (23/10/2026).

Ratusan Korban Alami Mual hingga Diare

Ratusan korban terdiri dari siswa TK, SD, guru, hingga pegawai SPPG. Mereka mengalami gejala setelah menyantap menu MBG pada Selasa (20/10/2026).

Petugas menduga sop telur puyuh menjadi salah satu makanan yang memicu keluhan. Sejumlah penerima bahkan mengaku merasakan kuah yang terasa asam.

Para korban kemudian mengalami berbagai gejala, seperti pusing, mual, muntah, dan diare.

Kelompok usia TK menjadi korban terbanyak. Dinkes juga mencatat 64 pasien berusia di atas 19 tahun.

“Tidak ada pasien yang serius hingga memerlukan ruang intensif. Rata-rata pasien mengeluhkan diare dan dirawat di ruang biasa,” jelas Siti Maria.

Kepala SPPG Kalijaga 5 Dicopot

Kasus tersebut berujung pada pencopotan Kepala SPPG Kalijaga 5. Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon mengambil langkah tersebut untuk memudahkan proses pemeriksaan.

Kepala KPPG Cirebon, Yulian Septa Pratama, membenarkan pencopotan tersebut.

“Untuk saat ini, yang bersangkutan sudah dicopot dari jabatan kepala SPPG. Tetap akan ada tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan nanti,” ujar Yulian.

Investigasi awal Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan dugaan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP).

Kepala SPPG juga mengaku membeli telur puyuh dari pihak di luar SPPG. Padahal, petunjuk teknis (juknis) mengharuskan SPPG memproses dan mengolah seluruh bahan makanan di dapurnya.

“Iya, itu sudah jadi satu poin temuan. Kepala SPPG mengaku membeli telur puyuh dari pihak di luar SPPG, yang seharusnya seluruh bahan makanan itu sesuai juknis diproses dan diolah di dapur,” ungkap Yulian.

Sejumlah Sekolah Belum Kembali Normal

Kasus keracunan tersebut turut mengganggu kegiatan belajar mengajar. Sejumlah sekolah belum menjalankan aktivitas seperti biasa.

Di SDN Taman Kalijaga Permai, siswa mengikuti pembelajaran secara daring pada Rabu (21/10/2026).

Sehari kemudian, Kamis (22/10/2026), siswa kembali masuk sekolah. Namun pihak sekolah memulangkan mereka lebih cepat, sekitar pukul 11.00 WIB, agar para guru dapat mendampingi siswa yang masih menjalani perawatan.

“Kami gelar doa bersama untuk kesembuhan teman-teman mereka yang masih terdampak keracunan,” kata Kepala SDN Taman Kalijaga Permai, Fauziyah Hayati Fazrin.

Dinkes Tunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium

Dinas Kesehatan Kota Cirebon hingga kini belum mengetahui penyebab pasti kasus tersebut. Petugas masih berkonsultasi dengan dokter spesialis mikrobiologi klinik untuk menentukan masa inkubasi kuman yang mungkin menyebabkan gejala.

Petugas juga masih memeriksa sampel makanan dan sampel medis pasien melalui proses pembiakan. Dinkes memperkirakan hasil pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat dalam dua minggu.

“Kami sedang berkonsultasi mengenai sampai jam atau hari ke berapa gejala masih bisa dianggap sebagai akibat dari konsumsi makanan MBG. Sebab, masing-masing kuman memiliki karakteristik waktu inkubasi,” jelas Siti Maria.

BGN Tanggung Biaya Perawatan

Badan Gizi Nasional (BGN) menanggung seluruh biaya perawatan para korban.

Kasus ini juga menuai kritik dari berbagai pihak. Tim Parlemen Bayangan Indonesia Pasti, Heru Subagja, mendesak pemerintah pusat turun langsung menangani persoalan tersebut.

“Tidak ada helikopter kepresidenan yang mendarat, tidak ada iring-iringan mobil menteri, bahkan tidak ada pernyataan resmi yang menunjukkan prihatin mendalam,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, tim investigasi BGN masih memeriksa lokasi dan mengevaluasi sarana SPPG Kalijaga 5.

Follow WhatsApp Channel pilarsatuarah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tergiur Upah Rp20 Juta! Pegawai Lapas Kelas I Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba Merek Netflix
Skandal Mahasewa di Bundaran HI Viral, Polda Metro Jaya Minta Maaf, Raffi Ahmad Hanya Tamu Undangan
VIRAL! Live TikTok Hina Suku Nias, AMPERA NIAS dan PPN Ngamuk, Laporkan ke Polda Sumut Hari Ini
Banjir Medan Rendam 2.200 Rumah, 7.930 Jiwa Terdampak, 468 Mengungsi – Tanjung Gusta Terparah
BANJIR KEPUNG MEDAN! Sungai Deli Meluap hingga 3 Meter, 617 Warga Mengungsi, BMKG: Waspada hingga 1 November
SIAGA! BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem di Sumut hingga 1 November, Medan-Binjai-Deli Serdang Terancam Banjir Susulan
VIRAL! Teh Botol Diduga Berisi Sabun Saat Demo Bundaran HI, Sosro Investigasi, 19 Pendemo Dipulangkan
HEBOH! ISU BPJS KESEHATAN DIHAPUS BIKIN PANIK, BPJS AKHIRNYA BUKA SUARA – INI FAKTANYA
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:46 WIB

Tergiur Upah Rp20 Juta! Pegawai Lapas Kelas I Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba Merek Netflix

Senin, 2 November 2026 - 13:41 WIB

Skandal Mahasewa di Bundaran HI Viral, Polda Metro Jaya Minta Maaf, Raffi Ahmad Hanya Tamu Undangan

Senin, 2 November 2026 - 11:23 WIB

VIRAL! Live TikTok Hina Suku Nias, AMPERA NIAS dan PPN Ngamuk, Laporkan ke Polda Sumut Hari Ini

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Banjir Medan Rendam 2.200 Rumah, 7.930 Jiwa Terdampak, 468 Mengungsi – Tanjung Gusta Terparah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:48 WIB

BANJIR KEPUNG MEDAN! Sungai Deli Meluap hingga 3 Meter, 617 Warga Mengungsi, BMKG: Waspada hingga 1 November

Berita Terbaru