Medan, pilarsatuarah.com – Banjir rob kembali menerjang kawasan pesisir Medan Belawan pada Sabtu (25/10/2026) dini hari. Air laut pasang mulai naik sekitar pukul 04.00 WIB dan merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan. Ketinggian air mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa.
Genangan terparah melanda Lingkungan 5 dan 6, Jalan Pesisir, serta kawasan sekitar Pelabuhan Rakyat. Kondisi tersebut memaksa warga meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman, seperti masjid, sekolah, serta posko pengungsian milik BPBD Kota Medan.
“Air naik cepat sekali, dari mata kaki langsung ke pinggang dalam satu jam. Kami tidak sempat menyelamatkan barang elektronik, semua basah,” ujar Siti Aminah (47), warga Bagan Deli, saat menggendong anaknya di posko pengungsian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanggul Jebol Memperparah Banjir Rob Belawan
Camat Medan Belawan, Yoga Aditama, mengatakan banjir rob kali ini lebih parah daripada biasanya. Menurutnya, tanggul penahan air laut di kawasan Bagan Deli jebol sepanjang 15 meter.
“Tanggul lama sudah rapuh. Gelombang pasang dan hujan deras semalaman membuat tanggul itu jebol. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas SDABMBK dan Balai Wilayah Sungai untuk melakukan perbaikan darurat,” jelas Yoga.
Berdasarkan data BPBD Kota Medan, banjir tersebut berdampak pada 230 kepala keluarga atau sekitar 780 jiwa. Bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Warga Mengungsi dan Membutuhkan Bantuan Mendesak
Di posko pengungsian, warga membutuhkan berbagai bantuan, mulai dari makanan siap saji, air bersih, selimut, obat-obatan, hingga popok bayi.
Tim BPBD, Dinas Sosial, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Medan telah menyalurkan 300 nasi bungkus dan 200 dus air mineral pada pagi hari. Meski demikian, warga masih berharap pemerintah menambah bantuan untuk memenuhi kebutuhan selama banjir berlangsung.
“Kami butuh pompa air untuk menyedot air di rumah. Kalau dibiarkan sampai sore, air makin bau dan banyak penyakit kulit,” kata Muhammad Ridwan (52), ketua lingkungan setempat.
Pemko Medan Siapkan Perahu Karet dan Perbaikan Darurat
Wali Kota Medan Rico Waas, melalui Kepala BPBD Kota Medan Husni Mubarak, menyatakan bahwa pemerintah kota telah menyiagakan personel untuk membantu warga terdampak.
“Kami siagakan dua perahu karet, satu dapur umum, dan tim medis. Kami juga akan melakukan perbaikan tanggul darurat hari ini menggunakan karung pasir,” ujar Husni.
Sementara itu, BMKG Stasiun Maritim Belawan memprediksi banjir rob masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan akibat fase bulan purnama. BMKG mengimbau warga pesisir agar tetap waspada dan menghindari aktivitas di tepi laut pada malam hari.
Hingga Sabtu (25/10/2026) pukul 14.00 WIB, air masih menggenangi permukiman warga dengan ketinggian sekitar 30–40 sentimeter. Genangan juga sempat menghambat arus lalu lintas di Jalan Raya Belawan–Medan.
Warga berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol dan mempercepat penyedotan air agar mereka dapat kembali ke rumah masing-masing. Selain penanganan darurat, perbaikan tanggul secara menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi risiko banjir rob berulang di kawasan pesisir Belawan.
Penulis : S.Lubis
Editor : LBB














Komentar