Medan, pilarsatuarah.com – Kabut tebal menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Medan dan sekitarnya pada Jumat pagi (2/10/2026). Fenomena tersebut mulai terlihat sekitar pukul 05.30 WIB hingga 06.30 WIB.
Kabut putih pekat menutupi permukiman warga dan sejumlah jalan protokol. Kondisi itu membuat jarak pandang menurun. Bahkan, beberapa gedung tinggi di pusat Kota Medan tampak samar dari kejauhan.
Situasi tersebut sempat memicu kekhawatiran masyarakat. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir sejumlah wilayah di Sumatera Utara juga menghadapi sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BMKG Sebut Kabut dan Haze Terdeteksi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan menjelaskan kondisi pagi tersebut berkaitan dengan perubahan suhu atmosfer.
“Berdasarkan pengamatan METAR stasiun Kualanamu teramati kabut/haze,” ujar Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah I Medan, Putri Diana, saat dikonfirmasi Jumat pagi.
Kabut lokal yang bercampur partikel kering atau haze juga memengaruhi jarak pandang di kawasan Bandara Internasional Kualanamu. Kondisi itu terjadi sejak subuh hingga menjelang pagi.
Jarak pandang horizontal sempat menurun. Karena itu, sejumlah jadwal kedatangan pesawat mengalami penundaan untuk menjaga keselamatan penerbangan.
Sementara itu, beberapa pesawat yang hendak lepas landas harus menunggu kondisi udara membaik.
Sebaran Asap Juga Terpantau di Sumut
Sehari sebelumnya, BBMKG Wilayah I Medan melaporkan sebaran asap di 18 wilayah Sumatera Utara, termasuk Kota Medan.
Kondisi cuaca dan sebaran asap turut memengaruhi kualitas udara. Indeks kualitas udara atau AQI di Medan sempat mencapai angka 166.
Sementara itu, parameter PM2.5 tercatat mencapai 76,2 µg/m³. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.
BMKG juga mencatat pergerakan asap menuju arah barat laut mengikuti pola angin.
Kabut Mulai Menipis
Memasuki pukul 08.00 WIB, intensitas kabut mulai menurun. Sinar matahari membantu memperbaiki jarak pandang secara bertahap.
Jarak pandang di kawasan bandara dan jalan protokol kemudian meningkat menjadi sekitar 4 hingga 5 kilometer. Aktivitas penerbangan di Bandara Kualanamu juga berangsur kembali normal.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru. Pengguna jalan juga perlu meningkatkan kewaspadaan saat jarak pandang menurun.
Selain itu, operator transportasi udara perlu memperhatikan perkembangan kondisi atmosfer. Langkah tersebut penting karena cuaca di wilayah Sumatera Utara masih dapat berubah dalam waktu singkat.
Penulis : S. Lubis
Editor : LBB














Komentar