Medan, Pilarsatuarah.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status SIAGA hujan lebat hingga sangat lebat untuk Provinsi Sumatera Utara pada periode 27-29 Oktober 2026.
Enam provinsi di Indonesia masuk dalam status siaga tersebut, yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan potensi cuaca ekstrem di Sumut dipengaruhi oleh adanya sirkulasi siklonik di utara Aceh yang membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang membentang dari pantai barat hingga lereng timur Sumut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, aktifnya gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) di Samudra Hindia, Gelombang Rossby Ekuatorial, serta suhu muka laut yang hangat 30-31 derajat Celsius dan kelembapan udara tinggi membuat pasokan uap air melimpah dan memicu pertumbuhan awan cumulonimbus secara masif.
Kombinasi faktor tersebut berpotensi menyebabkan hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang terjadi pada siang hingga malam hari, bahkan sampai dini hari dengan durasi lebih dari tiga jam.
Adapun 24 daerah yang berpotensi terdampak meliputi:Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Simalungun, Toba, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, serta Kota Medan, Binjai, Pematangsiantar, Sibolga, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli.
BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir Sumatera Utara untuk mewaspadai potensi banjir rob.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang, dan banjir rob, serta terus memantau informasi melalui situs resmi.
Penulis : S. Lubis
Editor : Yos














Komentar