Kabut Asap Makin Pekat, Kasus ISPA di Medan Melonjak Jadi 45.818, Sekolah Terapkan PJJ

- Editor

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Fhoto/ist.

Fhoto/ist.

Medan, pilarsatuarah.com – Kabut asap yang melanda Kota Medan semakin mengkhawatirkan. Kondisi ini memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan masyarakat.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mencatat 45.818 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang September 2026. Angka tersebut melonjak 40,5 persen dibandingkan Agustus yang mencatat 32.599 kasus.

Dengan demikian, jumlah kasus ISPA bertambah sebanyak 13.219 kasus hanya dalam satu bulan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinkes Medan, Surya Syahputra Pulungan, membenarkan adanya peningkatan kasus gangguan pernapasan tersebut.

“Kasus ISPA di Medan mengalami tren peningkatan sejak bulan Agustus,” ujar Surya.

Peningkatan kasus ISPA berlangsung bersamaan dengan memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Namun, kondisi tersebut belum membuktikan bahwa seluruh kasus ISPA memiliki hubungan langsung dengan paparan asap.

Kualitas Udara Medan Memburuk, Polusi Ancam Kesehatan Warga

Kabut asap terus menyelimuti sejumlah kawasan Kota Medan. Akibatnya, masyarakat menghadapi peningkatan risiko gangguan pernapasan, terutama anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru-paru.

Data pemantauan kualitas udara mencatat konsentrasi partikel PM2.5 sempat mencapai 116,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Sementara itu, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan Medan Labuhan mencapai angka 136 atau masuk kategori tidak sehat.

Partikel PM2.5 memiliki ukuran sangat kecil. Oleh karena itu, partikel tersebut mampu masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Selain mengancam kesehatan, kabut asap juga mengurangi jarak pandang di sejumlah wilayah Kota Medan.

Pemerintah pun meningkatkan pemantauan kualitas udara dan mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah.

DLHK Sumut Ungkap Asal Kabut Asap dari Luar Provinsi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumatera Utara, Heri Wahyudi Marpaung, mengungkapkan bahwa kabut asap berasal dari sejumlah wilayah luar Sumatera Utara.

Heri menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (16/10/2026).

Menurut Heri, hasil pemantauan BMKG saat itu tidak menemukan titik api aktif di wilayah Sumatera Utara.

Pergerakan angin membawa asap dari wilayah lain yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuju Sumatera Utara.

“Berdasarkan data BMKG hari ini, tidak ada lagi titik api di Sumatera Utara. Asap yang merambah ke wilayah kita dipicu pergerakan angin dari daerah luar,” tegas Heri.

Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan perubahan kualitas udara.

Kabut Asap Picu Kebijakan PJJ pada 16–21 Oktober 2026

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengambil langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan para pelajar.

Melalui Dinas Pendidikan Sumut, pemerintah menginstruksikan sekolah untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai 16 hingga 21 Oktober 2026.

Surat Edaran Nomor 400.3/106/DISDIK/X/2026 menjadi dasar kebijakan tersebut.

Kebijakan ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) dan sederajat.

Selama kebijakan berlangsung, para siswa mengikuti kegiatan belajar dari rumah. Sementara itu, guru tetap melaksanakan pembelajaran melalui sarana komunikasi dan platform digital.

Pemerintah juga meminta orang tua mendampingi anak-anak selama proses pembelajaran.

Selain itu, orang tua perlu membatasi aktivitas anak di luar rumah untuk mengurangi risiko paparan polusi udara.

Langkah tersebut bertujuan menjaga kesehatan peserta didik sekaligus memastikan kegiatan pendidikan tetap berlangsung.

Dinkes Medan Minta Warga Waspadai Penyakit Pernapasan

Dinas Kesehatan Kota Medan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit saluran pernapasan.

Dinkes mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kabut asap semakin pekat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan terutama saat kondisi udara terlihat berasap. Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, pastikan selalu menggunakan masker,” ujar Surya.

Masyarakat juga perlu menggunakan masker respirator seperti N95 atau KN95 ketika beraktivitas di luar rumah agar dapat mengurangi paparan partikel halus.

Selain itu, warga sebaiknya menghindari pembakaran sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.

Bagi masyarakat yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan berat, tenaga kesehatan menganjurkan pemeriksaan medis sesegera mungkin.

Dinkes Medan terus memantau perkembangan kasus ISPA untuk memperkuat langkah pencegahan.

DLH Medan Pantau Kualitas Udara Selama 24 Jam

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan terus memantau perkembangan kualitas udara melalui tiga stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS).

Ketiga stasiun tersebut berada di Kecamatan Medan Deli, Medan Johor, dan Medan Sunggal.

Sistem AQMS beroperasi selama 24 jam untuk mencatat perubahan konsentrasi polutan udara.

Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat mengevaluasi kondisi kualitas udara secara berkala.

Masyarakat juga dapat memantau informasi kualitas udara secara langsung melalui situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup di https://ispu.kemenlh.go.id/.

Dengan informasi tersebut, warga dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari berdasarkan kondisi udara.

Sementara itu, pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi penanganan kabut asap dan upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

Peningkatan kasus ISPA menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak. Oleh sebab itu, pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan langkah pencegahan agar dampak kabut asap tidak semakin meluas.

Penulis : Red/Tim

Editor : LBB

Follow WhatsApp Channel pilarsatuarah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1,16 Ton Ketamin Digagalkan di Belawan, Kapolri: Sumut Nomor Satu Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia
GEREBEK! Polda Sumut Obok-obok Sarang Narkoba di Belawan, Warga Berkerumun Saksikan Penggeledahan
HEBOH! Usai Santap Nasi Bungkus Pemberian Pemkab Deli Serdang, 32 Santri Diduga Keracunan hingga Masuk Rumah Sakit
SPANDUK KRITIK TANAH GANG ANGGREK DICOPOT OTK, KUASA HUKUM WARGA: ADA YANG TERGANGGU KARENA FAKTA MULAI TERBONGKAR?
Inovasi KUAT WASSIDIK Polda Sumut, Aduan Masyarakat Ditargetkan Lebih Cepat Ditangani
Aksi Nyata Peduli Kesehatan, M. Arif Tanjung Salurkan 1.000 Masker untuk Warga Medan
Pos Siskamling di Medan Maimun Diduga Jadi Sarang Narkoba, Pelaku Kabur Lompat ke Sungai
KPK Tahan 7 Pejabat BBPJN Sumut, Dugaan Fee Proyek Jalan Capai Rp3,49 Miliar per Tersangka
Berita ini 28 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:29 WIB

1,16 Ton Ketamin Digagalkan di Belawan, Kapolri: Sumut Nomor Satu Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:21 WIB

GEREBEK! Polda Sumut Obok-obok Sarang Narkoba di Belawan, Warga Berkerumun Saksikan Penggeledahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:09 WIB

HEBOH! Usai Santap Nasi Bungkus Pemberian Pemkab Deli Serdang, 32 Santri Diduga Keracunan hingga Masuk Rumah Sakit

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Inovasi KUAT WASSIDIK Polda Sumut, Aduan Masyarakat Ditargetkan Lebih Cepat Ditangani

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Aksi Nyata Peduli Kesehatan, M. Arif Tanjung Salurkan 1.000 Masker untuk Warga Medan

Berita Terbaru