Deli Serdang, pilarsatuarah.com – Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Sumatera Utara di Alun-alun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang berujung insiden dugaan keracunan makanan massal.
Sebanyak 32 santri dari Pondok Pesantren Mazilah Darussalam, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit setelah mengalami gangguan kesehatan usai menyantap nasi bungkus pada kegiatan tersebut, Kamis (22/10/2026).
Menurut pihak pesantren, para santri menerima makanan yang berasal dari penyelenggara kegiatan. Mereka kemudian mengalami keluhan sakit perut beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pimpinan Pesantren Sebut Nasi Bungkus Berlendir dan Berbau
Pimpinan Pondok Pesantren Mazilah Darussalam, Muhammad Fahrul Yusuf, mengungkap kondisi makanan yang para santri terima saat mengikuti peringatan Hari Santri Nasional.
Menurut Fahrul, panitia menyediakan empat jenis menu makan siang. Namun, rombongan pesantrennya memperoleh menu keempat berupa nasi bungkus dengan lauk ikan nila.
“Jenis makan siangnya ada 4, kita dapat yang ke-4, nasi bungkus ikan nila yang sudah berlendir dan bau. Kita 55 orang,” ungkap Muhammad Fahrul Yusuf.
Fahrul menyebut rombongannya berjumlah 55 orang. Ia menduga makanan tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan yang menimpa puluhan santri.
Puluhan Santri Alami Sakit Perut hingga Harus Masuk Rumah Sakit
Gejala gangguan kesehatan mulai muncul pada Kamis malam hingga menjelang tengah malam.
Sejumlah santri mengeluhkan sakit perut hebat setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Memasuki Jumat (23/10/2026) dini hari, kondisi sejumlah santri semakin memburuk. Pihak pesantren kemudian membawa mereka ke beberapa fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis.
Para santri menjalani perawatan di RS Sufi Sehat, RS Joko, dan RS Madini Bromo.
Berdasarkan informasi pihak pesantren, sebanyak 32 santri masih menjalani rawat inap saat keterangan tersebut disampaikan.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran karena puluhan santri mengalami gangguan kesehatan setelah mengikuti kegiatan resmi peringatan Hari Santri Nasional.
Empat Pesantren Dikabarkan Mengalami Kejadian Serupa
Persoalan tersebut diduga tidak hanya menimpa santri Pondok Pesantren Mazilah Darussalam.
Menurut informasi pihak pesantren, sebanyak empat pondok pesantren juga melaporkan keluhan serupa setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kualitas makanan, proses pengolahan, serta pengawasan konsumsi bagi peserta kegiatan.
Pemeriksaan medis dan pengujian sampel makanan diperlukan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.
Pihak Pesantren Desak Pemkab Deli Serdang Bertanggung Jawab
Pihak Pondok Pesantren Mazilah Darussalam meminta Pemkab Deli Serdang memberikan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan para santri.
Mereka juga mendesak pemerintah daerah mengambil tanggung jawab atas penanganan insiden tersebut, termasuk memastikan seluruh santri memperoleh pelayanan medis yang memadai.
Selain itu, pihak terkait perlu menelusuri asal makanan, proses penyediaan konsumsi, serta kemungkinan kelalaian dalam pengawasan keamanan pangan.
Hingga penyebabnya terkonfirmasi melalui pemeriksaan medis dan hasil laboratorium, insiden tersebut masih berstatus dugaan keracunan makanan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat kegiatan peringatan Hari Santri Nasional melibatkan banyak peserta dari berbagai pondok pesantren di Sumatera Utara.
Penulis : Azis
Editor : LBB














Komentar