Medan, pilarsatuarah.com – Suasana berbeda mewarnai Kantor Hukum Pelita Konstitusi Medan, Minggu (5/10/2026) malam. Ruangan yang biasanya menjadi tempat diskusi serius mengenai perkara dan persoalan hukum berubah menjadi tribun mini yang penuh sorak, tawa, dan ketegangan.
Para advokat bersama staf Kantor Hukum Pelita Konstitusi menggelar nonton bareng (nobar) laga final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Thailand.
Mereka menyaksikan pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, melalui layar proyektor besar di salah satu ruangan kantor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kursi-kursi plastik tersusun menghadap layar. Gorengan hangat dan kopi menemani para penonton sepanjang pertandingan. Cahaya proyektor juga menambah suasana layaknya menonton langsung dari tribun stadion.
Ketegangan Warnai Nobar Sejak Babak Pertama
Berdasarkan video yang diterima redaksi, tensi pertandingan sudah terasa tinggi sejak babak pertama.
Duel sengit antara Garuda dan Thailand membuat para penonton beberapa kali terdiam sambil fokus menatap layar. Seorang staf bahkan berdiri sambil merekam jalannya pertandingan melalui ponsel, sementara rekan-rekannya menunggu setiap peluang dengan penuh harap.
Suasana berubah drastis ketika Timnas Indonesia mencetak gol.
Teriakan “GOOOLLL!” langsung menggema di seluruh ruangan. Sejumlah staf berdiri dan melakukan selebrasi spontan. Dua orang bahkan meloncat kegirangan layaknya pemain yang baru mencetak gol di lapangan.
Ketegangan yang sebelumnya memenuhi ruangan seketika berubah menjadi pesta kecil penuh euforia.
Kemeriahan Nobar Menjalar hingga Teras Kantor
Antusiasme tidak hanya muncul dari dalam kantor. Sejumlah warga yang ikut menyaksikan pertandingan dari area teras juga menunjukkan dukungan besar kepada Timnas Indonesia.
Mereka berdiri, mengangkat tangan, dan bersorak setiap kali Garuda membangun serangan.
Puncak ketegangan terjadi ketika pertandingan harus berlanjut hingga adu penalti. Para penonton berkali-kali bersorak, berdoa, hingga menahan napas saat para pemain Indonesia maju sebagai eksekutor.
Ketika Indonesia akhirnya memastikan kemenangan, seluruh penonton langsung merayakannya dengan penuh kegembiraan.
Nobar Jadi Momen Pererat Kekompakan Tim
Advokat Pelita Konstitusi, Dongan Nauli Siagian, S.H., M.H., mengatakan kegiatan nobar tersebut sengaja mereka gelar untuk mempererat kekompakan tim di luar rutinitas pekerjaan hukum.
“Kantor hukum itu biasanya serius, tegang, berkutat dengan berkas. Sekali-kali kita harus cair. Timnas ini pemersatu bangsa. Saat Indonesia main, kita semua satu suara, satu hati. Tidak ada klien, tidak ada lawan, yang ada hanya Garuda,” ujar Dongan sambil tertawa.
Menurutnya, kemenangan Indonesia melalui drama adu penalti memberikan pengalaman yang berbeda bagi seluruh penonton.
“Menang lewat adu penalti itu rasanya luar biasa. Jantung mau copot, tapi di situlah letak kebanggaan kita sebagai suporter,” katanya.
Euforia Kemenangan Garuda Berlanjut hingga Malam
Selepas pertandingan, suasana di Kantor Hukum Pelita Konstitusi Medan masih berlangsung meriah.
Para advokat, staf, dan warga yang hadir melanjutkan malam dengan canda, tawa, serta obrolan mengenai berbagai momen penting selama pertandingan.
Kemenangan Timnas Indonesia pun membuat nobar tersebut bukan sekadar kegiatan menonton pertandingan bersama, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan dan kekompakan bagi keluarga besar Kantor Hukum Pelita Konstitusi Medan.
Penulis : S.Lubis
Editor : LBB














Komentar