Medan, pilarsatuarah.com – Limbah yang diduga milik PT Yasuriang Samudera Rejeki (YSR), bikin resah warga Belawan, khususnya yang bermukim disekitar perusahaan pengelolaan hasil laut tersebut.
Dari pantauan belum lama ini, limbah tersebut tampak berbuih mengalir ke saluran air umum. Busa berwarna putih tersebut diduga keluar dari saluran air milik perusahaan yang mengelola udang, cumi, sotong katak (sokat) dan ikan cualay tersebut.
Diduga, PT Yasuriang Samudera Rejeki tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), untuk mencuci hasil laut yang disinyalir menggunakan bahan kimia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi yang dihimpun menyebutkan, ikanhasil tangkapan nelayan industri yang dipasok ke perusahaan tersebut diolah dengan cara dikeluarkan seluruh bagian dalamnya.
Hasil laut tersebut diduga dicuci menggunakan bahan kimia kemudian dikemas untuk selanjutnya dimuat ke dalam container sebelum dikirim ke beberapa negara pemesan.
Tak hanya soal IPAL, permasalahan lain PT Yasuriang Samudera Rejeki juga menuai sorotan. Yakni soal gedung baru yang diduga dibangun tanpa izin.
Pada sektor penerimaan upah karyawan yang diduga dibawah UMR juga menuai polemik. Dimana, salah seorang pekerja yang enggan menyebut namanya mengaku hanya menerima upah Rp2,2 juta/bulan.
Meski begitu, persoalan limbah, dugaan bangunan tanpa izin, dan upah karyawan dibawah UMR, masih perlu pembuktian akurat. Pasalnya, hingga berita ini dipublikasikan, pihak PT Yasuriang Samudera Rejeki belum terkonfirmasi untuk dimintai tanggapannya.














Komentar