2 Tahun Prabowo-Gibran: Investasi Tembus Rp3.923 Triliun, Kapolri Bongkar Pabrik Sabu di Aceh

- Editor

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Fhoto/ist.

Fhoto/ist.

Jakarta, pilarsatuarah.com – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadirkan sejumlah capaian sekaligus tantangan besar. Mulai dari investasi nasional, pemberantasan narkoba, hingga tekanan nilai tukar rupiah, seluruhnya menjadi perhatian publik pada Sabtu (24/10/2026).

Pemerintah mencatat realisasi investasi mencapai Rp3.923,2 triliun selama periode Oktober 2024 hingga September 2026. Sementara itu, aparat kepolisian berhasil membongkar laboratorium narkoba berskala besar di Aceh.

Namun, di tengah sejumlah capaian tersebut, pelemahan rupiah dan kenaikan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi tantangan bagi pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investasi Rp3.923 Triliun, Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi nasional sebesar Rp3.923,2 triliun selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyampaikan capaian tersebut dalam laporan pemerintah pada Oktober 2026.

Selain meningkatkan investasi, pemerintah mencatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang.

Dari total investasi tersebut, wilayah luar Jawa menyumbang Rp2.031 triliun atau 51,8 persen. Sementara itu, Pulau Jawa mencatat Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen.

Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan perkembangan investasi dan upaya pemerataan pembangunan.

Meski demikian, besarnya investasi belum otomatis menjamin pemerataan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kualitas lapangan kerja, daya beli, serta dampak investasi terhadap ekonomi daerah tetap membutuhkan perhatian.

Kapolri Bongkar Pabrik Sabu di Aceh, Klaim Selamatkan 6 Juta Jiwa

Di sektor penegakan hukum, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengungkap keberhasilan aparat membongkar laboratorium narkoba di Kabupaten Pidie, Aceh.

Tim gabungan menemukan sekitar 1,2 ton barang bukti berupa metamfetamin cair dan sabu dalam operasi tersebut.

Menurut Kapolri, jaringan internasional memanfaatkan laboratorium tersebut untuk mengolah metamfetamin cair menjadi sabu berbentuk kristal.

Selain itu, aparat menangkap 11 orang dalam rangkaian pengungkapan kasus tersebut. Dua tersangka merupakan warga negara China.

Kapolri memperkirakan pengungkapan itu berpotensi menyelamatkan sekitar enam juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Angka tersebut merupakan estimasi potensi dampak peredaran narkotika, bukan jumlah korban yang teridentifikasi secara langsung.

Kapal MT Global 168 Bawa 1,16 Ton Ketamin Senilai Rp3,48 Triliun

Sebelumnya, tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga menggagalkan penyelundupan ketamin hidroklorida melalui kapal MT Global 168.

Aparat menemukan sekitar 1,16 ton ketamin dengan perkiraan nilai pasar gelap mencapai Rp3,48 triliun.

Operasi tersebut berlangsung di wilayah perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Petugas kemudian membawa kapal beserta barang bukti ke kawasan Pelabuhan Belawan.

Dalam pengungkapan tersebut, aparat menangkap delapan awak kapal, yakni tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara asing asal Taiwan.

Kedua operasi besar di Aceh dan Sumatera Utara menunjukkan ancaman serius peredaran narkotika internasional.

Namun, penyidik masih perlu mendalami hubungan antarpelaku dan jaringan dari masing-masing kasus sebelum memastikan adanya keterkaitan langsung.

Rupiah Tembus Rp18.080 per Dolar AS, Ekonomi Hadapi Tekanan

Di tengah pertumbuhan investasi, perekonomian nasional masih menghadapi tekanan eksternal.

Pada perdagangan Jumat (23/10/2026), nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp18.080 per dolar Amerika Serikat.

Rupiah turun 20 poin atau sekitar 0,11 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan tersebut terjadi saat pasar menghadapi ketidakpastian geopolitik dan tekanan harga energi global.

Sementara itu, Bank Indonesia terus menggunakan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan nilai tukar.

Hingga Oktober 2026, Bank Indonesia mencatat pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sekitar Rp135 triliun.

Langkah tersebut antara lain bertujuan menjaga stabilitas pasar keuangan dan mengelola likuiditas.

Karena itu, pemerintah menghadapi tantangan untuk mempertahankan kepercayaan investor sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Bahlil Kaji Penambahan Kuota Pertalite

Di sektor energi, Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyatakan pemerintah tengah mengkaji penambahan kuota Pertalite.

Rencana tersebut muncul setelah konsumsi BBM bersubsidi meningkat sepanjang 2026.

Menurut Bahlil, sebagian masyarakat beralih dari BBM nonsubsidi ke Pertalite akibat kenaikan harga bahan bakar.

Akibatnya, pemerintah perlu menghitung ulang kebutuhan kuota dan kesiapan anggaran subsidi.

Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah akan mengevaluasi kebutuhan tambahan Pertalite pada akhir Oktober 2026.

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan besaran tambahan kuota tersebut.

Pengamat Politik Soroti Kinerja dan Tantangan Pemerintahan

Memasuki tahun ketiga, pemerintahan Prabowo-Gibran juga menghadapi evaluasi dari sejumlah pengamat politik.

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi sebelumnya menekankan pentingnya evaluasi kinerja dalam menentukan komposisi kabinet.

Menurut Burhanuddin, keputusan pergantian menteri idealnya mempertimbangkan capaian kerja, meskipun faktor politik tetap memengaruhi penentuan pejabat pemerintahan.

Sementara itu, pengamat politik Hendri Satrio menilai Prabowo menghadapi persoalan pemerintahan yang kompleks.

Hendri menyoroti tantangan Presiden dalam memilih orang-orang terbaik untuk membantunya menjalankan pemerintahan.

Selain evaluasi kabinet, efektivitas program prioritas pemerintah juga menjadi ukuran penting.

Publik membutuhkan hasil nyata dari program Makan Bergizi Gratis, swasembada pangan, hilirisasi industri, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Dua Tahun Pemerintahan, Capaian Besar Harus Berdampak bagi Rakyat

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan sejumlah capaian di bidang investasi dan penegakan hukum.

Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan ekonomi, mulai dari stabilitas rupiah, harga energi, hingga pemerataan kesejahteraan.

Selain itu, keberhasilan pemberantasan narkoba perlu berjalan seiring dengan penguatan pencegahan, rehabilitasi, dan penindakan terhadap jaringan internasional.

Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya menilai keberhasilan pemerintah melalui besarnya investasi atau nilai barang bukti hasil penindakan.

Publik juga menunggu dampak nyata kebijakan pemerintah terhadap kesempatan kerja, harga kebutuhan pokok, keamanan, dan kesejahteraan sehari-hari.

Penulis : S. Lubis

Editor : LBB

Follow WhatsApp Channel pilarsatuarah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1,16 Ton Ketamin Digagalkan di Belawan, Kapolri: Sumut Nomor Satu Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia
GEREBEK! Polda Sumut Obok-obok Sarang Narkoba di Belawan, Warga Berkerumun Saksikan Penggeledahan
SPANDUK KRITIK TANAH GANG ANGGREK DICOPOT OTK, KUASA HUKUM WARGA: ADA YANG TERGANGGU KARENA FAKTA MULAI TERBONGKAR?
Wouw! 58 Karung Ketamine Seberat 1,16 Ton Ditemukan di Kapal MT Global 168, Ini Peran WN Taiwan
Pos Siskamling di Medan Maimun Diduga Jadi Sarang Narkoba, Pelaku Kabur Lompat ke Sungai
KPK Tahan 7 Pejabat BBPJN Sumut, Dugaan Fee Proyek Jalan Capai Rp3,49 Miliar per Tersangka
Geger! Bengkel Motor Jadi Gudang 1.152 Vape Narkoba, Residivis Kembali Diciduk
Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Bharada Andika Terancam Hukuman Mati, 4 Proyektil Bersarang di Kepala Korban
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:29 WIB

1,16 Ton Ketamin Digagalkan di Belawan, Kapolri: Sumut Nomor Satu Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:21 WIB

GEREBEK! Polda Sumut Obok-obok Sarang Narkoba di Belawan, Warga Berkerumun Saksikan Penggeledahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:16 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: Investasi Tembus Rp3.923 Triliun, Kapolri Bongkar Pabrik Sabu di Aceh

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Wouw! 58 Karung Ketamine Seberat 1,16 Ton Ditemukan di Kapal MT Global 168, Ini Peran WN Taiwan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Pos Siskamling di Medan Maimun Diduga Jadi Sarang Narkoba, Pelaku Kabur Lompat ke Sungai

Berita Terbaru