HEBOH! Usai Santap Nasi Bungkus Pemberian Pemkab Deli Serdang, 32 Santri Diduga Keracunan hingga Masuk Rumah Sakit

- Editor

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Fhoto/ist.

Fhoto/ist.

Deli Serdang, pilarsatuarah.com – Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Sumatera Utara di Alun-alun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang berujung insiden dugaan keracunan makanan massal.

Sebanyak 32 santri dari Pondok Pesantren Mazilah Darussalam, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit setelah mengalami gangguan kesehatan usai menyantap nasi bungkus pada kegiatan tersebut, Kamis (22/10/2026).

Menurut pihak pesantren, para santri menerima makanan yang berasal dari penyelenggara kegiatan. Mereka kemudian mengalami keluhan sakit perut beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pimpinan Pesantren Sebut Nasi Bungkus Berlendir dan Berbau

Pimpinan Pondok Pesantren Mazilah Darussalam, Muhammad Fahrul Yusuf, mengungkap kondisi makanan yang para santri terima saat mengikuti peringatan Hari Santri Nasional.

Menurut Fahrul, panitia menyediakan empat jenis menu makan siang. Namun, rombongan pesantrennya memperoleh menu keempat berupa nasi bungkus dengan lauk ikan nila.

“Jenis makan siangnya ada 4, kita dapat yang ke-4, nasi bungkus ikan nila yang sudah berlendir dan bau. Kita 55 orang,” ungkap Muhammad Fahrul Yusuf.

Fahrul menyebut rombongannya berjumlah 55 orang. Ia menduga makanan tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan yang menimpa puluhan santri.

Puluhan Santri Alami Sakit Perut hingga Harus Masuk Rumah Sakit

Gejala gangguan kesehatan mulai muncul pada Kamis malam hingga menjelang tengah malam.

Sejumlah santri mengeluhkan sakit perut hebat setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Memasuki Jumat (23/10/2026) dini hari, kondisi sejumlah santri semakin memburuk. Pihak pesantren kemudian membawa mereka ke beberapa fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis.

Para santri menjalani perawatan di RS Sufi Sehat, RS Joko, dan RS Madini Bromo.

Berdasarkan informasi pihak pesantren, sebanyak 32 santri masih menjalani rawat inap saat keterangan tersebut disampaikan.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran karena puluhan santri mengalami gangguan kesehatan setelah mengikuti kegiatan resmi peringatan Hari Santri Nasional.

Empat Pesantren Dikabarkan Mengalami Kejadian Serupa

Persoalan tersebut diduga tidak hanya menimpa santri Pondok Pesantren Mazilah Darussalam.

Menurut informasi pihak pesantren, sebanyak empat pondok pesantren juga melaporkan keluhan serupa setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kualitas makanan, proses pengolahan, serta pengawasan konsumsi bagi peserta kegiatan.

Pemeriksaan medis dan pengujian sampel makanan diperlukan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.

Pihak Pesantren Desak Pemkab Deli Serdang Bertanggung Jawab

Pihak Pondok Pesantren Mazilah Darussalam meminta Pemkab Deli Serdang memberikan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan para santri.

Mereka juga mendesak pemerintah daerah mengambil tanggung jawab atas penanganan insiden tersebut, termasuk memastikan seluruh santri memperoleh pelayanan medis yang memadai.

Selain itu, pihak terkait perlu menelusuri asal makanan, proses penyediaan konsumsi, serta kemungkinan kelalaian dalam pengawasan keamanan pangan.

Hingga penyebabnya terkonfirmasi melalui pemeriksaan medis dan hasil laboratorium, insiden tersebut masih berstatus dugaan keracunan makanan.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat kegiatan peringatan Hari Santri Nasional melibatkan banyak peserta dari berbagai pondok pesantren di Sumatera Utara.

Penulis : Azis

Editor : LBB

Follow WhatsApp Channel pilarsatuarah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GEREBEK! Polda Sumut Obok-obok Sarang Narkoba di Belawan, Warga Berkerumun Saksikan Penggeledahan
SPANDUK KRITIK TANAH GANG ANGGREK DICOPOT OTK, KUASA HUKUM WARGA: ADA YANG TERGANGGU KARENA FAKTA MULAI TERBONGKAR?
Pos Siskamling di Medan Maimun Diduga Jadi Sarang Narkoba, Pelaku Kabur Lompat ke Sungai
KPK Tahan 7 Pejabat BBPJN Sumut, Dugaan Fee Proyek Jalan Capai Rp3,49 Miliar per Tersangka
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 23–25 Oktober, Medan Utara Waspada Banjir Rob
Pj Sekda Medan Tegaskan Retribusi Harus Sejalan dengan Kualitas Pelayanan
Hari Santri 2026, Wali Kota Medan Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
KMP Batumandi Terbakar Lalu Tenggelam di Alur Merak, 460 Jiwa Selamat, Alur Pelayaran Ditutup Sementara
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:21 WIB

GEREBEK! Polda Sumut Obok-obok Sarang Narkoba di Belawan, Warga Berkerumun Saksikan Penggeledahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:09 WIB

HEBOH! Usai Santap Nasi Bungkus Pemberian Pemkab Deli Serdang, 32 Santri Diduga Keracunan hingga Masuk Rumah Sakit

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Pos Siskamling di Medan Maimun Diduga Jadi Sarang Narkoba, Pelaku Kabur Lompat ke Sungai

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:54 WIB

KPK Tahan 7 Pejabat BBPJN Sumut, Dugaan Fee Proyek Jalan Capai Rp3,49 Miliar per Tersangka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:48 WIB

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 23–25 Oktober, Medan Utara Waspada Banjir Rob

Berita Terbaru