Medan, pilarsatuarah.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sumatera Utara pada 23–25 Oktober 2026.
BMKG memperkirakan hujan sedang hingga sangat lebat berpotensi melanda sejumlah wilayah, termasuk Kota Medan.
Selain hujan lebat, masyarakat juga perlu mewaspadai petir dan angin kencang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, BMKG turut memperingatkan potensi banjir rob di kawasan Medan Utara pada 23–31 Oktober 2026.
BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di Sumut
Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan sejumlah faktor yang memicu cuaca ekstrem.
Menurutnya, BMKG mendeteksi sirkulasi siklonik di Samudra Hindia, sebelah barat Aceh.
Fenomena tersebut memicu belokan angin dan pertemuan massa udara di Sumatera Utara.
Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.
Kondisi ini berpotensi memicu hujan sedang hingga sangat lebat. Bahkan, hujan dapat berlangsung lebih dari tiga jam.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir, genangan, dan tanah longsor.
Banjir Rob Ancam Tiga Kecamatan di Medan Utara
Di sisi lain, Stasiun Meteorologi Maritim Belawan mengeluarkan peringatan potensi banjir pesisir atau rob.
Peringatan tersebut berlaku mulai 23 hingga 31 Oktober 2026.
BMKG menyebut tiga kecamatan berpotensi menghadapi dampak banjir rob, yakni Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.
Berdasarkan prakiraan, pasang air laut dapat mencapai 2,7 meter dari titik surut terendah.
Sementara itu, periode pasang tinggi berpotensi terjadi pada pukul 00.00–04.00 WIB.
Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat pesisir.
Selain itu, pasang laut juga berpotensi menghambat transportasi dan kegiatan bongkar muat di kawasan pelabuhan.
Karena itu, warga perlu memperhatikan perkembangan pasang laut dan informasi terbaru dari BMKG.
Dinkes Sumut Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Rumah
Sementara itu, Dinas Kesehatan Sumatera Utara turut mengingatkan masyarakat tentang dampak kualitas udara yang buruk.
Dinkes Sumut meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak.
Selain itu, masyarakat perlu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Langkah tersebut bertujuan mengurangi paparan polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.
Dinkes juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Prakiraan Cuaca Medan 23 Oktober 2026
Berdasarkan informasi prakiraan harian dalam laporan awal, Kota Medan berpotensi mengalami cuaca berawan pada Jumat (23/10/2026).
Suhu udara berkisar 24–30 derajat Celsius. Sementara itu, kelembapan udara mencapai 88–98 persen.
Meski demikian, kondisi cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer.
Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG.
BMKG juga mengingatkan warga agar tetap waspada selama periode cuaca ekstrem.
Dengan meningkatkan kesiapsiagaan, masyarakat dapat mengurangi risiko akibat hujan lebat, angin kencang, dan banjir pesisir.
Penulis : Red/Tim
Editor : LBB














Komentar