Medan, pilarsatuarah.com – Kondisi Kantor Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, menuai sorotan setelah Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Dalam sidak tersebut, Rico Waas menemukan kondisi kantor yang kotor dan kurang terawat. Sejumlah ruangan juga tampak tidak tertata dengan baik. Temuan itu kemudian memicu kritik dari masyarakat serta anggota DPRD Kota Medan.
DPRD Medan Desak Evaluasi Lurah Dwikora
Anggota DPRD Kota Medan, Saipul Bahri, meminta Wali Kota Medan tidak hanya membenahi kondisi fisik kantor. Ia juga mendesak pemerintah mengevaluasi kinerja Lurah Dwikora, Rio Rahmad Siregar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Saipul, pemerintah perlu mengambil tindakan tegas jika pemeriksaan menemukan kelalaian dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
“Setelah evaluasi, harus ada tindak lanjut konkret. Bagaimana mungkin bisa melayani masyarakat dengan baik jika mengurus dan merawat kantornya sendiri saja tidak becus?” ujar Saipul Bahri.
Ia menegaskan, kantor lurah menjadi salah satu garda terdepan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.
“Kantor lurah adalah tempat pelayanan masyarakat. Karena itu, aparatur harus menunjukkan kesiapan serta profesionalitas,” lanjutnya.
Saipul juga meminta Wali Kota Medan mempertimbangkan sanksi terhadap pejabat kelurahan apabila Inspektorat menemukan pelanggaran atau kelalaian berat.
Video Sidak Menuai Kritik Warga
Video sidak Wali Kota Medan di Kantor Kelurahan Dwikora kemudian beredar di media sosial. Publikasi tersebut memancing beragam komentar dari masyarakat.
Sejumlah warga menyampaikan kekecewaan terhadap kondisi kantor pelayanan tersebut. Mereka menilai fasilitas pemerintahan seharusnya memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.
Dalam video yang beredar, sejumlah bagian kantor tampak berdebu. Berkas juga terlihat tidak tertata. Selain itu, terdapat kondisi lingkungan yang dinilai kurang mencerminkan standar kebersihan kantor pelayanan publik.
Sebagian warganet kemudian melontarkan kritik keras terhadap kinerja aparatur kelurahan. Bahkan, muncul komentar yang menuding pegawai hanya “makan gaji buta” karena dinilai membiarkan kondisi kantor tetap tidak terawat.
Namun, tudingan tersebut merupakan komentar masyarakat di media sosial dan bukan kesimpulan resmi hasil pemeriksaan pemerintah.
Kenyamanan Kantor Dinilai Berpengaruh terhadap Pelayanan
Masyarakat juga menyoroti hubungan antara kenyamanan tempat kerja dan kualitas pelayanan.
Menurut sejumlah warga, aparatur akan sulit memberikan pelayanan maksimal apabila lingkungan kantor tidak bersih dan tidak nyaman.
Karena itu, mereka berharap Pemerintah Kota Medan memperbaiki tata kelola kantor kelurahan. Selain kebersihan, masyarakat meminta pemerintah meningkatkan kedisiplinan serta kualitas pelayanan aparatur.
Wali Kota Perintahkan Inspektorat Lakukan Pemeriksaan
Menanggapi temuan tersebut, Wali Kota Medan Rico Waas memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kedisiplinan aparatur Kelurahan Dwikora.
Pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar bagi Pemko Medan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Kasus Kantor Kelurahan Dwikora juga menjadi peringatan bagi seluruh jajaran kelurahan dan kecamatan di Kota Medan.
Pemko Medan diharapkan terus memastikan kebersihan kantor, kedisiplinan aparatur, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan lingkungan kerja yang bersih dan tertata, pemerintah kelurahan dapat memberikan pelayanan yang lebih nyaman, profesional, dan humanis kepada warga.
Penulis : S. Lubis
Editor : LBB














Komentar