Medan, pilarsatuarah.com – Pemerintah Kota (Pemko) Medan kembali menorehkan prestasi dalam bidang keterbukaan informasi publik. Pada ajang KI Sumut Award 2026, Pemko Medan meraih predikat tertinggi Badan Publik Informatif. Selain itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima penghargaan Achievement Person.
Tak hanya itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan, Arrahmaan Pane, turut meraih penghargaan atas kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik.
Komisi Informasi (KI) Sumatera Utara menggelar acara penganugerahan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (20/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah pejabat menghadiri kegiatan tersebut, termasuk Wakil Gubernur Sumut H. Surya, Wakil Ketua KI Pusat Hafidhah, Ketua KI Sumut Dr. Abdul Harris Nasution, dan Komisioner KI Sumut Dedi Ardiansyah.
Selain itu, para kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara turut menghadiri acara tersebut.
Pemko Medan Raih Predikat Informatif Tertinggi
Pemko Medan berhasil mempertahankan predikat Badan Publik Informatif dalam penilaian keterbukaan informasi publik tahun 2026.
Predikat Informatif merupakan kategori tertinggi dalam evaluasi keterbukaan informasi publik. Sementara itu, kategori lainnya meliputi Menuju Informatif, Cukup Informatif, Kurang Informatif, dan Tidak Informatif.
Wakil Gubernur Sumut H. Surya menyerahkan penghargaan tersebut kepada Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap yang hadir mewakili Wali Kota Rico Waas.
Capaian ini sekaligus mencerminkan upaya Pemko Medan dalam memperkuat transparansi penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan pelayanan informasi kepada masyarakat.
Selain itu, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah kota untuk terus memperluas akses publik terhadap kebijakan, program pembangunan, dan pengelolaan anggaran daerah.
Rico Waas Raih Penghargaan Achievement Person
Pada kesempatan yang sama, KI Sumut memberikan penghargaan Achievement Person kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Wakil Ketua KI Pusat Hafidhah menyerahkan penghargaan tersebut kepada Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap yang mewakili Rico Waas.
KI Sumut memberikan apresiasi tersebut atas komitmen, kepemimpinan, serta kepatuhan Rico Waas dalam mendorong keterbukaan informasi publik.
Usai menerima penghargaan, Zakiyuddin menyampaikan rasa syukur atas capaian yang berhasil Pemko Medan raih.
“Jadi, kita bersyukur dan berharap Pemko terus membuka informasi kepada masyarakat Kota Medan, khususnya,” ujar Zakiyuddin.
Selanjutnya, Zakiyuddin mengajak generasi muda untuk memanfaatkan akses informasi publik secara maksimal.
Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui berbagai program, kebijakan, serta kegiatan pembangunan yang tengah pemerintah kota jalankan.
Karena itu, ia berharap keterbukaan informasi dapat mendorong partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Kadis Kominfo Arrahmaan Pane Turut Terima Penghargaan
Selain Rico Waas dan Pemko Medan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan, Arrahmaan Pane, turut menerima penghargaan dari KI Sumut.
KI Sumut memberikan apresiasi kepada Arrahmaan atas kepemimpinan serta kontribusinya dalam mendukung proses evaluasi keterbukaan informasi publik.
Arrahmaan berperan dalam mempersiapkan tahapan penilaian, mulai dari evaluasi dokumen hingga presentasi kinerja badan publik.
Sementara itu, keberhasilan Pemko Medan meraih predikat Informatif menjadi motivasi bagi Dinas Kominfo untuk terus memperbaiki kualitas layanan.
“Bagi Pemko Medan, capaian ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” ungkap Arrahmaan.
Lebih lanjut, Arrahmaan menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan informasi secara terukur dan berkelanjutan.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya melihat keberhasilan pemerintah melalui penghargaan. Mereka juga harus merasakan manfaat nyata berupa kemudahan mengakses informasi publik.
Bobby Nasution Tegaskan Pentingnya Transparansi Pemerintahan
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan fondasi penting dalam tata kelola pemerintahan.
Wakil Gubernur H. Surya membacakan sambutan tersebut di hadapan para penerima penghargaan.
Menurut Bobby, masyarakat perlu memperoleh akses informasi mengenai proses perumusan kebijakan, pelaksanaan program, pengelolaan anggaran, serta manfaat pembangunan.
Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh memandang transparansi hanya sebagai kewajiban administratif.
Sebaliknya, setiap instansi harus menjadikan keterbukaan informasi sebagai budaya kerja dan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
Selain itu, Bobby mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Pemerintah harus terus memperbaiki pelayanan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.
KI Sumut Dorong Pelayanan Informasi Lebih Terbuka
Sementara itu, Wakil Ketua KI Pusat Hafidhah menilai predikat Informatif merupakan amanah yang harus terus dijaga oleh setiap badan publik.
Menurutnya, penghargaan tersebut harus mendorong peningkatan kualitas pelayanan, bukan sekadar menjadi pencapaian seremonial.
Karena itu, Hafidhah meminta pemerintah memperkuat peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebagai garda terdepan pelayanan informasi publik.
Selain memperkuat sumber daya manusia, pemerintah juga perlu menyediakan anggaran dan infrastruktur yang memadai.
Dengan dukungan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh informasi yang akurat, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keberhasilan Pemko Medan dalam KI Sumut Award 2026 menjadi capaian penting bagi pemerintahan Rico Waas.
Namun, penghargaan tersebut sekaligus membawa tanggung jawab besar untuk menjaga transparansi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pada akhirnya, keterbukaan informasi tidak hanya berkaitan dengan predikat atau penghargaan. Masyarakat juga membutuhkan akses nyata terhadap informasi pemerintahan sebagai bagian dari hak publik untuk mengetahui dan mengawasi pembangunan daerah.
Penulis : S. Lubis
Editor : LBB














Komentar