Kisaran, pilarsatuarah.com – Puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, mengalami gejala dugaan keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).
Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa mengeluhkan sakit perut, mual, pusing, hingga muntah setelah mengonsumsi makanan dari program pemerintah tersebut.
Insiden ini juga menarik perhatian berbagai pihak. Pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan, sementara petugas kesehatan menelusuri penyebab keluhan para siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gejala Muncul Satu Jam Setelah Makan
Peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, para siswa menerima paket makanan MBG untuk makan siang bersama.
Menu yang mereka konsumsi terdiri atas nasi putih, ayam rendang, tempe, acar timun dan wortel, serta buah semangka.
Awalnya, kegiatan makan siang berlangsung seperti biasa. Para siswa menikmati makanan bersama teman-teman di lingkungan sekolah.
Namun, sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gangguan kesehatan.
Mereka merasakan sakit perut, mual, pusing, hingga muntah. Beberapa siswa juga mengalami tubuh lemas dan sesak napas.
Keluhan tersebut membuat para guru segera memberikan pertolongan. Pihak sekolah kemudian berupaya membawa siswa yang mengalami gejala ke fasilitas kesehatan.
Puluhan Siswa Jalani Perawatan Rumah Sakit
Petugas medis menangani para siswa yang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG.
Sebanyak 19 siswa menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Abdul Manan Simatupang. Sementara itu, tiga siswa lainnya mendapat penanganan di RSU Wira Husada.
Kedatangan para siswa ke rumah sakit turut mengundang kecemasan orang tua. Sejumlah keluarga langsung mendatangi fasilitas kesehatan untuk memastikan kondisi anak-anak mereka.
Pemerintah Kabupaten Asahan kemudian mengambil langkah penanganan terhadap para korban.
Pemerintah daerah juga menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan siswa yang mengalami gangguan kesehatan tersebut.
Langkah ini bertujuan meringankan beban keluarga sekaligus memastikan seluruh siswa memperoleh pelayanan medis.
Dinas Kesehatan Telusuri Penyebab Dugaan Keracunan
Dinas Kesehatan bersama kepolisian setempat mulai menelusuri penyebab gangguan kesehatan yang menimpa para siswa.
Petugas mengamankan sampel makanan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan antara lain menyasar menu ayam rendang dan acar yang menjadi bagian dari paket MBG.
Melalui pengujian tersebut, petugas berupaya memastikan apakah makanan yang siswa konsumsi mengandung zat atau mikroorganisme penyebab gangguan kesehatan.
Meski para siswa mengalami gejala setelah makan, petugas tetap memerlukan hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya.
Karena itu, dugaan keracunan makanan masih membutuhkan pembuktian medis dan hasil laboratorium.
Kader PDIP Sumut dan Asahan Berikan Tali Asih
Hampir tiga minggu setelah insiden tersebut, kader PDI Perjuangan Sumatera Utara dan Kabupaten Asahan menunjukkan kepedulian kepada para siswa yang terdampak.
Pada Senin (5/10/2026), para kader memberikan bantuan tali asih kepada 21 siswa MTsN 2 Kisaran yang sebelumnya menjalani perawatan.
Masing-masing siswa menerima bantuan berupa tabungan senilai Rp500.000.
Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap para siswa dan keluarga yang sempat menghadapi situasi sulit akibat insiden dugaan keracunan MBG.
Melalui kegiatan tersebut, para kader berharap bantuan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi dukungan moral bagi para siswa.
Keamanan Makanan MBG Perlu Pengawasan Ketat
Insiden di MTsN 2 Kisaran menjadi pengingat pentingnya pengawasan kualitas makanan dalam pelaksanaan program MBG.
Setiap pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan perlu memperhatikan kebersihan bahan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi.
Pengawasan tersebut bertujuan memastikan makanan tetap aman saat sampai kepada para siswa.
Selain memperhatikan kandungan gizi, penyelenggara juga harus mengutamakan standar keamanan pangan.
Masyarakat berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait memperkuat evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Penulis : Iskandar T
Editor : LBB














Komentar