Satu Jam Setelah Makan Siang: Ketika Suasana Ceria di MTsN 2 Kisaran Berubah Menjadi Kepanikan

- Team

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Fhoto/ist.

Fhoto/ist.

Kisaran, pilarsatuarah.com – Puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, mengalami gejala dugaan keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).

Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa mengeluhkan sakit perut, mual, pusing, hingga muntah setelah mengonsumsi makanan dari program pemerintah tersebut.

Insiden ini juga menarik perhatian berbagai pihak. Pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan, sementara petugas kesehatan menelusuri penyebab keluhan para siswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gejala Muncul Satu Jam Setelah Makan

Peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, para siswa menerima paket makanan MBG untuk makan siang bersama.

Menu yang mereka konsumsi terdiri atas nasi putih, ayam rendang, tempe, acar timun dan wortel, serta buah semangka.

Awalnya, kegiatan makan siang berlangsung seperti biasa. Para siswa menikmati makanan bersama teman-teman di lingkungan sekolah.

Namun, sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gangguan kesehatan.

Mereka merasakan sakit perut, mual, pusing, hingga muntah. Beberapa siswa juga mengalami tubuh lemas dan sesak napas.

Keluhan tersebut membuat para guru segera memberikan pertolongan. Pihak sekolah kemudian berupaya membawa siswa yang mengalami gejala ke fasilitas kesehatan.

Puluhan Siswa Jalani Perawatan Rumah Sakit

Petugas medis menangani para siswa yang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG.

Sebanyak 19 siswa menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Abdul Manan Simatupang. Sementara itu, tiga siswa lainnya mendapat penanganan di RSU Wira Husada.

Kedatangan para siswa ke rumah sakit turut mengundang kecemasan orang tua. Sejumlah keluarga langsung mendatangi fasilitas kesehatan untuk memastikan kondisi anak-anak mereka.

Pemerintah Kabupaten Asahan kemudian mengambil langkah penanganan terhadap para korban.

Pemerintah daerah juga menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan siswa yang mengalami gangguan kesehatan tersebut.

Langkah ini bertujuan meringankan beban keluarga sekaligus memastikan seluruh siswa memperoleh pelayanan medis.

Dinas Kesehatan Telusuri Penyebab Dugaan Keracunan

Dinas Kesehatan bersama kepolisian setempat mulai menelusuri penyebab gangguan kesehatan yang menimpa para siswa.

Petugas mengamankan sampel makanan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan antara lain menyasar menu ayam rendang dan acar yang menjadi bagian dari paket MBG.

Melalui pengujian tersebut, petugas berupaya memastikan apakah makanan yang siswa konsumsi mengandung zat atau mikroorganisme penyebab gangguan kesehatan.

Meski para siswa mengalami gejala setelah makan, petugas tetap memerlukan hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya.

Karena itu, dugaan keracunan makanan masih membutuhkan pembuktian medis dan hasil laboratorium.

Kader PDIP Sumut dan Asahan Berikan Tali Asih

Hampir tiga minggu setelah insiden tersebut, kader PDI Perjuangan Sumatera Utara dan Kabupaten Asahan menunjukkan kepedulian kepada para siswa yang terdampak.

Pada Senin (5/10/2026), para kader memberikan bantuan tali asih kepada 21 siswa MTsN 2 Kisaran yang sebelumnya menjalani perawatan.

Masing-masing siswa menerima bantuan berupa tabungan senilai Rp500.000.

Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap para siswa dan keluarga yang sempat menghadapi situasi sulit akibat insiden dugaan keracunan MBG.

Melalui kegiatan tersebut, para kader berharap bantuan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi dukungan moral bagi para siswa.

Keamanan Makanan MBG Perlu Pengawasan Ketat

Insiden di MTsN 2 Kisaran menjadi pengingat pentingnya pengawasan kualitas makanan dalam pelaksanaan program MBG.

Setiap pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan perlu memperhatikan kebersihan bahan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi.

Pengawasan tersebut bertujuan memastikan makanan tetap aman saat sampai kepada para siswa.

Selain memperhatikan kandungan gizi, penyelenggara juga harus mengutamakan standar keamanan pangan.

Masyarakat berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait memperkuat evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Penulis : Iskandar T

Editor : LBB

Follow WhatsApp Channel pilarsatuarah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dampak Kabut Asap Karhutla, Seluruh Sekolah di Sumut Terapkan PJJ pada 16–21 Oktober 2026
Penembokan Gang Anggrek Masih Jadi Polemik, Danramil Kawal Mediasi dan Pemko Medan Verifikasi Status Jalan
Udara Medan Tidak Sehat, Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Diimbau Gunakan Masker
Demo Karhutla di Mapolda Sumsel Ricuh, Dua Wartawan Jadi Korban Pengeroyokan hingga Dirawat di RS Bhayangkara
Sungai Mencirim dan Bingai Meluap, Banjir di Binjai Berdampak pada 4.392 Warga
Gempur Sarang Narkoba di Sumut, Tim Gabungan Amankan 36 Orang dalam Razia Serentak
BREAKING NEWS Warga Gang Anggrek Diterima Pemko Medan: Tembok Akan Dituntaskan Dalam 3 Hari, DPRD Medan Jadwalkan RDPU 2 Minggu Lagi
MTQ ke-55 Kabupaten Kampar Resmi Dibuka Malam Ini di Gunung Sahilan, 21 Kecamatan Bertanding
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Penembokan Gang Anggrek Masih Jadi Polemik, Danramil Kawal Mediasi dan Pemko Medan Verifikasi Status Jalan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Udara Medan Tidak Sehat, Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Diimbau Gunakan Masker

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Demo Karhutla di Mapolda Sumsel Ricuh, Dua Wartawan Jadi Korban Pengeroyokan hingga Dirawat di RS Bhayangkara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Sungai Mencirim dan Bingai Meluap, Banjir di Binjai Berdampak pada 4.392 Warga

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Gempur Sarang Narkoba di Sumut, Tim Gabungan Amankan 36 Orang dalam Razia Serentak

Berita Terbaru