Belawan, pilarsatuarah.com – Para pengunjung Pelabuhan Belawan mulai mengeluhkan dan memprotes kebijakan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 1 Belawan yang menerapkan tarif masuk sebesar Rp10.000 untuk kendaraan roda dua dan tiga, serta Rp15.000 untuk minibus atau mobil.
Menurut pengunjung, tarif yang PT Pelindo Regional 1 Belawan tetapkan tersebut terlalu besar. Selain itu, pengunjung harus mengeluarkan biaya berlipat ganda apabila memiliki keperluan keluar masuk Pelabuhan Belawan beberapa kali dalam sehari.
Pengunjung Keluhkan Tarif Masuk
“Kalau hanya antar barang atau jemput keluarga sebentar, masa Rp10 ribu sekali masuk. Kalau dua kali masuk sehari sudah Rp20 ribu. Terlalu mahal,” protes salah seorang pengunjung yang enggan menyebutkan namanya, Rabu (23/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian, pengunjung tersebut mengeluarkan struk Bukti Pembayaran E-Pass Pelabuhan Belawan Gate 1 dari saku jaketnya.
Dalam struk E-Pass dengan metode pembayaran Mandiri eMoney Card, tercantum biaya masuk Pelabuhan Belawan untuk PM2 MOTOR GATE 1 sebesar Rp10 ribu.
Selain itu, struk tersebut juga mencantumkan pembayaran menggunakan eMoney dengan TID mesin 3501045E.
Struk E-Pass Tidak Jelaskan Jenis Tarif
Meski demikian, struk tersebut tidak menjelaskan apakah tarif masuk itu termasuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atau biaya jasa.
Sementara itu, pengunjung tetap mempertanyakan besaran tarif yang harus mereka keluarkan setiap kali memasuki kawasan Pelabuhan Belawan.
Oleh karena itu, mereka menilai biaya tersebut cukup memberatkan, terutama bagi pengunjung yang harus keluar masuk pelabuhan lebih dari satu kali dalam sehari.
Pelindo Belum Berikan Tanggapan
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 1 Belawan belum memberikan tanggapan terkait tarif masuk pelabuhan yang dinilai para pengunjung terlalu besar.
Namun, keluhan pengunjung mengenai tarif tersebut terus menjadi perhatian, terutama karena biaya masuk berlaku setiap kali kendaraan memasuki kawasan pelabuhan.
Penulis : S. Lubis
Editor : LBB














Komentar