Medan, pilarsatuarah.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat korban bencana. Langkah ini bertujuan agar warga segera meninggalkan pengungsian dan memperoleh tempat tinggal yang layak.
Pemerintah sebelumnya menargetkan penyelesaian pembangunan dalam waktu tiga tahun. Namun, pemerintah pusat kini memangkas target tersebut menjadi dua tahun.
Pemprov Sumut pun mengambil langkah percepatan untuk memenuhi target tersebut. Meski demikian, pembangunan ribuan rumah di berbagai wilayah terdampak bencana di Sumatra menghadapi sejumlah tantangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga awal bulan ini, sekitar 2.085 unit rumah telah rampung sepenuhnya. Sementara itu, ribuan unit lainnya masih berada dalam tahap konstruksi.
Pemprov Sumut Dorong Teknologi RISHA
Untuk mempercepat pekerjaan, Pemprov Sumut mendorong penggunaan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Teknologi ini menawarkan metode pembangunan yang lebih praktis dan efisien.
Selain mempercepat pembangunan, pemerintah juga berencana melibatkan tenaga kerja dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Keterlibatan masyarakat setempat membuka peluang ekonomi baru. Program ini juga dapat membantu memulihkan aktivitas ekonomi warga setelah bencana.
Percepatan Pembangunan dan Kualitas Hunian
Di tengah upaya percepatan, kualitas bangunan tetap menjadi aspek penting. Pemerintah perlu memastikan setiap rumah memenuhi standar keamanan dan kelayakan huni.
Penyelesaian proyek dalam waktu singkat tentu menjadi harapan masyarakat. Namun, percepatan pembangunan juga harus berjalan seiring dengan pengawasan mutu bangunan.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh tempat tinggal lebih cepat, tetapi juga mendapatkan hunian yang aman dan nyaman.














Komentar