Medan, pilarsatuarah.com – Pameran teknologi kelapa sawit internasional Palmex Medan 2026 resmi digelar di Kota Medan.
Ajang tahunan tersebut berlangsung di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention mulai 6 hingga 8 Oktober 2026.
Palmex Medan tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-16. Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 250 peserta dan sekitar 300 merek teknologi global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peserta datang dari berbagai negara. Di antaranya Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Jerman, India, Korea, dan Tiongkok.
Target Transaksi US$100 Juta
Penyelenggara menargetkan nilai transaksi perdagangan mencapai US$100 juta.
Target itu lebih tinggi dibandingkan realisasi transaksi tahun sebelumnya yang berada di kisaran US$70 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.
Palmex Medan 2026 juga menjadi ruang pertemuan antara pelaku industri, investor, pemasok teknologi, hingga pengusaha perkebunan kelapa sawit.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara, menilai Palmex memiliki peran penting bagi industri sawit di Sumatera Utara.
Menurutnya, Sumatera Utara perlu memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat posisi sebagai salah satu pusat industri kelapa sawit nasional.
“Permintaan pasar terhadap sawit terus melonjak untuk kebutuhan pangan maupun pemenuhan energi seperti program B50, sementara pertumbuhan pasokan lokal cenderung melambat,” ujar Firsal saat pembukaan, Selasa (6/10/2026).
Ia menilai industri sawit membutuhkan peningkatan produktivitas dan efisiensi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar.
“Tanpa adanya lompatan produktivitas dan efisiensi, kita akan kesulitan memenuhi pasar global maupun domestik. Palmex Medan 2026 harus menjadi jembatan konkret transfer teknologi bagi para petani dan pengusaha lokal,” katanya.
Teknologi AI Jadi Daya Tarik
Palmex Medan 2026 juga membawa berbagai inovasi teknologi untuk industri kelapa sawit.
Group CEO Fireworks Trade Media, Kenny Yong, menyebut transformasi digital menjadi salah satu daya tarik utama dalam penyelenggaraan tahun ini.
Peserta pameran menampilkan berbagai solusi teknologi dari sektor hulu hingga hilir.
Teknologi tersebut mencakup sistem otomatisasi untuk pengolahan dan pengemasan, alat berat, teknologi perkebunan, hingga sistem pengoperasian pabrik dari jarak jauh.
Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga mulai masuk ke dalam sistem pengolahan dan pemantauan perkebunan sawit.
Teknologi AI dapat membantu pelaku usaha memantau kondisi lahan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengoptimalkan hasil produksi.
Penyelenggara berharap para pengelola pabrik kelapa sawit (PKS) dan kelompok tani dapat mengenal teknologi tersebut secara langsung melalui pameran.
Dorong Modernisasi Industri Sawit
Palmex Medan 2026 tidak hanya menampilkan produk dan teknologi.
Penyelenggara juga menggelar lokakarya teknis yang membahas berbagai kebutuhan industri kelapa sawit.
Selain itu, ajang tersebut menghadirkan Indonesia International Palm Oil Conference (IIPOC) 2026.
Konferensi membahas berbagai isu penting, mulai dari daya saing perdagangan, sertifikasi berkelanjutan ISPO, hingga hilirisasi produk turunan kelapa sawit.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mendorong pelaku industri untuk mengikuti perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan daya saing.
Terbuka untuk Pelaku Industri dan Investor
Palmex Medan 2026 terbuka bagi profesional, pelaku usaha, investor, pemasok teknologi, serta berbagai pihak yang bergerak di industri kelapa sawit.
Pengunjung dapat melakukan registrasi langsung di lokasi acara.
Melalui pameran dan konferensi tersebut, Palmex Medan 2026 menargetkan terciptanya kerja sama bisnis baru sekaligus mempercepat adopsi teknologi modern di sektor kelapa sawit.
Penulis : S. Lubis
Editor : LBB














Komentar