Medan, pilarsatuarah.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Hujan juga berpotensi membawa kilat, petir, dan angin kencang di beberapa kabupaten dan kota.
Cuaca ekstrem mulai menimbulkan dampak di sejumlah wilayah. Angin puting beliung dan tanah longsor merusak rumah warga serta fasilitas publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data Kompas Medan, sedikitnya 23 rumah warga mengalami kerusakan. Material longsor juga menutup satu bangunan Taman Kanak-Kanak (TK).
Kementerian PU Turunkan Tim
Pemerintah pusat merespons kondisi tersebut dengan melakukan penanganan darurat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menurunkan tim ke sejumlah wilayah terdampak.
Tim tersebut menangani kerusakan infrastruktur dan menjalankan langkah mitigasi. Pemerintah juga memprioritaskan pemulihan sistem penyediaan air minum dan fasilitas sanitasi.
Langkah tersebut bertujuan menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Pemerintah juga berupaya mencegah masalah sanitasi di lokasi pengungsian.
BPBD Data Kerusakan dan Salurkan Bantuan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi dan kabupaten terus berkoordinasi untuk mendata kerusakan.
Petugas menghitung kerugian materiil dan memantau kebutuhan warga di lokasi terdampak.
Selain menyiapkan posko pengungsian, BPBD menyalurkan berbagai kebutuhan logistik. Bantuan tersebut meliputi tenda darurat, bahan makanan, dan obat-obatan.
Petugas mengirim bantuan ke sejumlah titik pengungsian.
Kualitas Udara Medan Jadi Perhatian
Cuaca ekstrem di Sumatera Utara juga memengaruhi kualitas udara di Kota Medan.
Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) sempat mencapai angka 101. Sementara itu, konsentrasi PM2.5 berada di kisaran 35,6 mikrogram per meter kubik.
Data pemantauan pada jam berikutnya menunjukkan kualitas udara bergerak ke kategori sedang.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu menjaga kondisi kesehatan. Kelompok rentan perlu meningkatkan kewaspadaan.
Anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan gangguan pernapasan sebaiknya membatasi aktivitas luar ruang saat kualitas udara memburuk.
Dinas Kesehatan setempat juga mengimbau masyarakat mewaspadai gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.
BMKG Ingatkan Potensi Longsor dan Banjir
BMKG memperkirakan cuaca ekstrem masih berpotensi berlangsung hingga 5 Oktober 2026.
Masyarakat di kawasan perbukitan dan daerah aliran sungai perlu meningkatkan kewaspadaan. Hujan dengan intensitas tinggi dapat memicu longsor dan banjir bandang.
Warga juga perlu memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama ketika hujan turun dalam waktu lama.
Sementara itu, nelayan di wilayah pesisir Sumatera Utara perlu memantau informasi tinggi gelombang sebelum melaut.
BMKG mengimbau masyarakat terus mengikuti informasi cuaca terbaru dari kanal resmi agar dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal.
Penulis : Brahmana
Editor : LBB














Komentar