Asahan, pilarsatuarah.com – Ketegangan agraria kembali terjadi di areal perkebunan sekitar Desa Sukadame, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026).
Insiden tersebut melibatkan puluhan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Asahan bersama Kesultanan Asahan. Mereka bersitegang dengan petugas keamanan PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP) Kisaran.
Bentrokan Berawal dari Sengketa Lahan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan bermula dari perbedaan klaim atas lahan yang masih menjadi sengketa. Aktivitas pengerjaan di atas lahan tersebut kemudian memicu ketegangan antara kedua pihak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi saling dorong pun terjadi di lokasi. Dalam insiden tersebut, seorang warga mengalami luka-luka.
Situasi sempat memanas. Namun, personel Polres Asahan segera mendatangi lokasi untuk meredam kericuhan dan mencegah bentrokan meluas.
Polisi Turun ke Lokasi dan Lakukan Mediasi
Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP IP Simamora, S.H., M.H., bersama sejumlah personel langsung menuju lokasi kejadian.
Polisi kemudian melakukan mediasi terhadap pihak-pihak yang terlibat. Dalam mediasi tersebut, PT BSP menyetujui penghentian sementara aktivitas di atas lahan yang menjadi sengketa.
Langkah itu dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah munculnya bentrokan lanjutan.
Situasi Berangsur Kondusif
Hingga berita ini diterbitkan, situasi di sekitar lokasi mulai berangsur kondusif. Aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di kawasan tersebut.
Sementara itu, perwakilan kelompok tani maupun manajemen PT BSP belum menyampaikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai langkah penyelesaian sengketa tersebut.
Belum ada pula informasi mengenai kesepakatan permanen terkait status penguasaan lahan yang menjadi sumber perselisihan.
Penulis : Iskandar Tampubolon
Editor : LBB













Komentar